Pukul sebelas malam, aku duduk sendiri di ayunan yang tenang di taman yang diselimuti kegelapan malam, berdekatan dengan minimarket yang sunyi. Tempat ini biasanya menjadi tempat bertemu antara aku dan Arvin di malam hari. Namun, malam ini, aku duduk sendiri, merenung di bawah cahaya remang-remang dari lampu jalan yang samar-samar menerangi taman yang sunyi. Suara angin sepoi-sepoi yang lembut membelai tubuhku, menciptakan suasana malam yang magis dan penuh ketenangan. Sementara itu, desiran daun-daun yang tertiup oleh angin menambahkan lantunan alam yang menenangkan, memberikan kesan damai dan memikat bagi siapa pun yang memasuki taman tersebut.
Di tengah suasana malam yang tenang, langkah kaki yang berdentum pelan mulai terdengar mendekat ke arahku.
“Apa yang kamu lakukan disini sendirian?” Suara lembut itu mengejutkan dan membuatku terkejut.
“Kak Isabella? Kenapa kakak ada disini?” desakku, terkejut dengan kehadiran tiba-tiba Kak Isabella, seorang wanita cantik yang pernah kami temui saat study tour sebelumnya.
“Lama tak jumpa, Erina!” ucap Kak Isabella sambil tersenyum. “Aku hanya sedang jalan-jalan,” tambahnya, lalu berjalan perlahan mendekat dan duduk di ayunan sebelahku.
“Kalau kamu?” tanya Kak Isabella balik.
“Aku hanya... mencari angin,” jawabku pelan, merasakan kehangatan pertemuan yang tak terduga di malam yang sunyi. Suara langkah kaki yang sebelumnya menimbulkan kegelisahan, kini menjadi sambutan hangat dari kehadiran Kak Isabella, membawa keceriaan dan nostalgia dari pertemuan yang lama tidak terjadi.
“Bagaimana keadaanmu dan teman-temanmu? Apa kalian baik-baik saja?” Tanya Kak Isabella dengan penuh perhatian.
“Kami baik-baik saja,” jawabku sambil tersenyum. Namun, senyumku memudar dengan cepat. Aku mendongak ke bawah, mataku berkaca-kaca, merasakan rasa sakit di dadaku seolah ditusuk ribuan jarum. “Hanya saja…”
“Tidak perlu dilanjutkan, Erina! Aku sudah mendengar beritanya,” ucap Kak Isabella memotong kalimatku dengan lembut. “Kehilangan orang yang sa…
Hammer Of Judgment
BAB 42
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments