Setelah kejadian itu, polisi datang dan bekerja sama dengan pengawal kak Isabella untuk mengurusi semua kekacauan yang terjadi. Mereka mengatakan bahwa 38 siswa, 2 guru, dan 3 petugas penginapan meninggal, sementara 10 siswa dan 4 petugas penginapan mengalami luka berat dan luka ringan. Kak Isabella, selaku penanggung jawab penginapan sekaligus penyebab penyerangan itu, meminta maaf kepada semua orang dan memberikan kompensasi untuk keluarga korban.
Tentu saja, banyak orang yang tidak dapat menerimanya, terutama dari pihak keluarga korban. Karena, tidak peduli seberapa banyak kompensasi yang diberikan kak Isabella, itu tidak akan dapat menggantikan nyawa keluarga mereka.
Tidak hanya itu, banyak orang yang juga menyalahkan pihak sekolah karena tidak dapat menjaga para siswa dengan benar. Dan, karena hal itulah, sekolah diliburkan untuk sementara waktu.
Orang-orang menyalahkan pihak sekolah dan kak Isabella, padahal mereka tidak salah apa-apa. Tapi, kenapa mereka tidak menyalahkan ketiga penjahat itu? Bukankah itu tidak adil? Mereka menyalahkan orang yang tidak bersalah tapi menutup mata terhadap para penjahat yang menyerang korban.
Namun, setelah beberapa hari berlalu, identitas kak Isabella sebagai putri konglomerat tersebar, dan dia menyatakan bahwa orang-orang berpakaian serba hitam waktu itu adalah suruhan seorang pejabat negara untuk membunuh dirinya.
Tidak hanya itu, kak Isabella juga membongkar semua kejahatan yang pejabat itu lakukan, seperti penyalahgunaan jabatan dan korupsi. Amarah masyarakat yang sebelumnya mengarah ke kak Isabella, seketika berubah 180° ke arah pejabat itu.
Aksi demo di berbagai tempat pun terjadi selama beberapa hari. Tidak hanya itu, ayahnya kak Isabella meminta secara langsung kepada pemerintah untuk segera memberikan tindakan pidana pada pejabat itu. Akibat tekanan yang diberikan ayah kak Isabella dan masyarakat, pemerintah tidak dapat menutup mata lagi. Mereka kemudian melengserkan pejabat itu dari jabatannya dan memberikannya hukum…
Hammer Of Judgment
BAB 27
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments