Di tengah hiruk pikuk pesta, Adler dan Adolf berdiri di sudut ruangan, menatap sekeliling dengan tatapan yang tajam. Mereka mencari sesuatu, seseorang.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Adler dengan suara yang dingin, menatap pengawal mereka yang baru saja datang.
Pengawal itu menggeleng. "Maafkan aku, Tuan. Aku tidak menemukan target yang Tuan cari."
"Apa maksudmu tidak menemukan?" tanya Adolf dengan nada yang marah. "Aku sudah memberimu instruksi yang jelas. Cari mereka sampai ketemu!"
"Aku sudah mencari di seluruh ballroom, Tuan," jawab pengawal itu dengan suara yang gemetar. "Tapi aku tidak menemukan mereka."
Adler menatap pengawal itu dengan tatapan yang mematikan. "Kau berani berbohong padaku?"
"Tidak, Tuan," jawab pengawal itu dengan suara yang gemetar. "Aku berkata benar. Aku tidak menemukan mereka."
Adolf menggeleng dengan kesal. "Ini tidak mungkin. Mereka pasti ada di sini. Mereka tidak mungkin menghilang begitu saja."
"Mungkin mereka sudah pergi," saran pengawal itu dengan suara yang kecil.
Adler menatap pengawal itu dengan tatapan yang tajam. "Kau berani mengatakan itu padaku?"
"Maafkan aku, Tuan," jawab pengawal itu dengan suara yang gemetar. "Aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan."
Adler menarik napas dalam-dalam. "Cari lagi. Cari sampai ketemu. Aku tidak mau mendengar alasan lagi."
"Baik, Tuan," jawab pengawal itu dengan suara yang gemetar. Ia kemudian berbalik dan berjalan pergi, mencari Isabella dan Erina.
Adolf menatap pengawal itu pergi dengan tatapan yang marah. "Aku harus menemukan mereka," gumamnya. "Aku harus menemukan mereka."
Adler mengangguk setuju. "Kita harus menemukan mereka. Mereka harus dihukum atas apa yang mereka lakukan."
Lampu-lampu kristal ballroom Zenith masih menari-nari, namun suasana pesta yang semarak telah beru…
Hammer Of Judgment
BAB 54
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments