Jam pelajaran ke sembilan, saat ini guru sejarah kami, Pak Rahmat, menyuruh kami membuat kelompok untuk study tour besok yang beranggotakan minimal empat orang.
“Apa kalian berdua yakin sekelompok denganku?” Tanya Arvin.
“Kenapa tidak?” Tanyaku balik.
“Yah, banyak yang ingin sekelompok dengan kalian berdua. Dan, aku dapat merasakan tatapan tajam dari mereka,” ucap Arvin.
“Abaikan saja mereka!” Ujar Nada. “Lalu, siapa yang akan kita masukkan satu lagi?” Tanya Nada.
Saat ini masih banyak yang belum berkelompok, jadi banyak yang berbondong-bondong ingin masuk ke kelompok kami.
Sejujurnya, aku ingin kami bertiga saja, tapi karena Pak Rahmat mewajibkan minimal empat orang, kami mau tidak mau harus menambah satu orang lagi.
“Bagaimana dengan Reno?” Tanyaku, mencoba memberikan saran.
“Aku tidak masalah. Tapi, bukankah Reno seharusnya sudah memiliki kelompok?” Ucap Nada.
“Yah, kamu ada benarnya juga,” ucapku.
Yah, tidak mungkin orang sepopuler Reno tidak memiliki kelompok. Tapi, jika terus seperti ini, Pak Rahmat akan menyebarkan kami bertiga ke kelompok lain karena kekurangan orang, dan akhirnya kami tidak akan bisa sekelompok.
Belum genap beberapa detik, Arvin tiba-tiba berdiri. “Aku akan coba bicara dengannya.”
“Eh?” Ucapku dan Nada serentak dengan ekspresi terkejut.
Arvin kemudian berjalan mendekat ke arah Reno dan mulai berbicara dengannya, membuat seisi kelas terkejut melihatnya. Arvin yang selalu menyindir di kelas tiba-tiba berbicara dengan Reno yang bertolak belakang dengannya, tentu saja itu membuat semua orang kaget.
Tiga puluh detik kemudian, Arvin kembali dengan Reno yang mengikutinya di belakang. Lalu mereka kemudian duduk di hadapan aku dan Nada.
“Mohon kerjasamanya!” Ujar Reno dengan ramah.
Aku dan Nada masih terkejut, tidak percaya dengan apa yang kami lihat. Begitu juga dengan yang lainnya.
“Kamu mengancamnya?” Tanya Nada.
“Jidatmu!” Jawab Arvin cepat dengan ekspresi kesal.
“Lalu apa?”
“Bukankah kita kekurangan orang?”
Aku dan Nada seketika diam membeku me…
Hammer Of Judgment
BAB 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments