Sifat manusia yang sesungguhnya akan terlihat ketika dia berada di dalam situasi hidup dan mati. Apakah dia akan melindungi temannya dengan mempertaruhkan nyawanya, atau malah menghianati temannya untuk bertahan hidup, atau bahkan membunuh orang yang akan membunuhnya.
Lima tahun yang lalu, ketika aku diculik dan hampir mati, aku memanfaatkan penculik yang sedang lengah, dan membunuhnya demi bertahan hidup.
Aku masih dapat mengingat dengan jelas, tangan yang berlumuran darah, penculik yang sudah tidak bernyawa, dan rasa bersalah yang terus menghantui ku. Tapi, rasa bersalah itu sekarang telah menghilang ketika Nada mengetahui masa laluku dan menerimaku.
“V-Vin… tidak… aku…” ucapku dengan suara bergetar.
Aku sangat takut, Vin pasti akan kecewa padaku. Dia pasti akan meninggalkanku. Bagaimana ini? Aku tidak ingin dia pergi meninggalkanku.
Aku sangat panik, sedangkan Arvin melirik kearah Nada dan Reno, lalu terus berjalan mendekat ke arahku.
Belum genap beberapa detik, aku mendengar Ana batuk-batuk di belakangku.
“Hahaha… aku kira… kau adalah gadis yang polos. Tapi ternyata… kau adalah pembunuh, sama seperti kami” ucap Ana sambil menyeringai.
Dia benar. Aku tidak jauh berbeda dengannya. Aku adalah seorang pembunuh. Aku sama sekali tidak pantas bersama dengan Arvin.
“V-Vin… a-aku…”
Belum habis kalimatku, Arvin tiba-tiba mengelus kepalaku.
“Tenang saja! Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi!” Ujar Arvin dengan lembut.
Lalu dia berjalan mendekat ke arah Ana, lalu mengeluarkan pisau dari saku celananya.
“Apa kau akan… membunuhku menggantikan gadis itu? Apa kau melakukannya supaya dia tidak merasa bersalah?” Tanya Ana sambil menyeringai. “Ayo! Bunuh aku! Tidak peduli apa yang akan kau lakukan di masa depan, rasa bersalah akan terus menghantuimu!”
Aku menelan ludah, kembali teringat dengan rasa bersalah yang menghantui ku dulu. Aku tidak tahu apa yang Arvin pikirkan, tapi aku tidak bisa membiarkannya merasakan apa yang pernah aku rasakan dulu.
“V-Vin… aku…”
“Rasa bersa…
Hammer Of Judgment
BAB 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments