Aroma sup ayam dan suwir tongkol yang menggoda membuat Eliza tersenyum puas, ia segera naik ke atas untuk mengajak Raiyan sarapan, tapi sebelum itu tak lupa ia membersihkan diri.
Tampak Raiyan sedang di balkon kamar, Eliza memanyunkan bibir setelah mengintip Raiyan yang kembali menyesap rokok.
"Aku akan mandi, nanti Kita sarapan bersama,ya?" ujar Eliza yang hanya menyembulkan kepalanya di pintu.
"Baiklah, Aku akan menunggumu." Eliza bergegas mandi dan memakai baju, lalu memoles wajahnya dengan make up tipis, baru setelah itu mengajak Raiyan turun sarapan, waktu menunjukkan pukul 07.50 kala itu.
"Apa Kau sedang banyak masalah sekarang?" tanya Eliza sambil mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Raiyan.
"Kenapa tiba-tiba Kau bertanya begitu?"
"Kau jadi lebih sering merokok, tak seperti biasanya, Kupikir Kau sedang banyak masalah." ujar Eliza lagi.
"Hanya masalah perusahaan,ternyata tidak mudah mengembalikan kepercayaan masyarakat, mereka tahu Ardini tak lagi duduk di perusahaan,tapi sepertinya mereka sudah krisis kepercayaan pada nama besar perusahaan, sekarang Aku sedang memikirkan cara untuk mengembalikan keadaan." jawab Raiyan panjang lebar, ia menelan ludah tak sabar untuk menyantap hidangan di depannya.
"Selamat makan." ucapnya sebelum menyuap ke mulut, lalu mengacungkan kedua jempol pada Eliza, lengkungan indah terbentuk di bibir Eliza.
"Oh begitu, sayangnya Aku tidak bisa membantumu, semoga Kau segera menemukan jalan keluarnya, ya." Raiyan mengangguk singkat, sebenarnya dia memiliki ide untuk memperbaiki citra perusahaan melalui Eliza hanya saja dirinya butuh dukungan yang kuat agar Eliza tak berani menolak permintaan nya kali ini.
"Tapi Kau tahu bukan? Rokok bisa membunuhmu perlahan, tidak lucu kalau Aku jadi janda di tinggal mati suami, lagi pula lihatlah asap mu itu menguar ke seluruh ruangan." ujar Eliza memberi nasihat.
"Baiklah, Aku akan mulai berhenti merokok agar Kau tidak menjanda di usia muda." wajah Eliza kembali merona, seakan Raiyan tak ingin bercera…
Pemilik Hati Eliza
Bab 25 Tawaran menjadi Bintang Iklan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments