"Kau berharap apa dengan menunjukkan itu padaku setelah mengabaikanku selama berbulan-bulan?" pertanyaan menusuk Raiyan membuat Eliza tercengang, dia tidak bisa berkata-kata saat Raiyan menarik tangan yang tadinya Eliza genggam, kemudian beranjak dari sana.
"Terserah apa maumu sekarang, aku lelah dengan sikapmu!" ucap Raiyan sebelum benar-benar keluar dari ruang kerjanya.
Hanya dengan sederet kalimat itu benar-benar membuat Eliza merosot ke lantai.
"Ternyata marah dengan cara dia meneriaki ku lebih baik daripada kalimat pendek tadi."
Kalimat yang Eliza artikan Raiyan tidak peduli dengan apapun yang akan Eliza lakukan, ingin dia bertahan atau meninggalkan, Raiyan tidak akan peduli lagi.
Eliza tahu kalau marah yang paling menyakitkan adalah saat kepedulian itu telah hilang, sama seperti kita ada, tapi seakan tidak di anggap ada, persis seperti makhluk ghaib.
Padaha dulunya,l tanpa Eliza sadari perlakuan yang seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Raiyan.
Eliza bangkit dan menyeret langkahnya menuju kamar, kemudian menguncinya. Di bukanya lemari pakaian dan memilih warna gelap untuk lingerie yang akan dipakainya nanti malam, dia harus mencoba cara ini.
...****************...
Pukul 19.00 wib malam, makan malam pertama Raiyan setelah ibunya sehat, sehat yang benar-benar dia sudah tidak mengkonsumsi obat dari dokter lagi, tidak pernah melamun dan tidak pernah mengamuk lagi.
Bersama Tyo sekretaris dingin yang kerap kali Eliza sebut sebagai manusia kaku, dan satunya lagi tentu saja bersama Eliza, istri sepuluh persennya.
Raiyan memberikan secubit daging ikan menggunakan garpunya ke piring Juwita.
"Ibu harus makan yang banyak." Raiyan tersenyum tulus.
Kemudian Juwita menyenggol kaki Eliza pelan, karena mereka duduk bersebelahan.
Memberi kode lewat tatapannya, untungnya menantu sepuluh persen itu langsung mengangguk paham.
"Kau juga harus makan yang banyak, sayang." Kini giliran Eliza yang meletakkan potongan ikan dipiring Raiyan.
"Terimakasih," ucapnya datar tan…
Pemilik Hati Eliza
Bab 85 Mesin Pencarian Juwita part 2
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
partini
pasutri ini benar benar yah
2025-03-20
1