Dua Minggu sudah berlalu tanpa Raiyan, Eliza merasakan hari-harinya begitu sepi walaupun dia tak ada kesempatan untuk menangisi Raiyan, karena tangis kedua bayi yang membutuhkannya harus membuat Eliza selalu siap sedia kapanpun.
Dua Minggu pertama yang terasa berat dan... sulit untuk Eliza, tidak ada sosok pria menyebalkan yang memanggilnya dengan sebutan mama dan berkeliaran di sekitarnya, tidak ada pengingat bila sudah waktunya dia menyusui, dan tentu saja tidak ada tangan kekar yang memanjakan otot tubuhnya setiap malam.
Eliza selalu berharap nama Raiyan muncul di ponselnya, namun sial bagi Eliza benda mungil itu selalu tenang tanpa gangguan.
Apa dia tidak merindukan bayi-bayi lucu ini? Tanya Eliza pada dirinya sendiri, atau Raiyan sedang menghukumnya atas hari-hari lepas saat Eliza melarikan diri? menunggu ternyata memang semelelahkan ini, dulu dalam pikirannya, dia hanya perlu menunggu, kemudian menyambut Raiyan dengan jari yang sudah tersemat cincin pemberian pria itu, namun nyatanya menghabiskan dua puluh empat jam dalam sehari terasa sangat lama sekali, apalagi Raiyan bilang dia tidak tahu kapan akan kembali, Eliza merasa dia seperti ditinggal ke perbatasan negara dan Raiyan sedang berperang disana, entah kapan pulang, semua tak ada kepastian.
Ingin mengeluh capek dan lelah karena mengurus baby twins pun sekarang tak bisa, Eliza mulai merasa suntuk, dia rindu Raiyan, seolah oksigen yang dihirupnya sudah terkontaminasi sejak Raiyan tak ada dan membuat dadanya selalu sesak.
Tangisan bayi yang bersahut-sahutan membuat Eliza makin sakit kepala walaupun keduanya sedang digendong Bi Hanum dan Bi Narsih.
"Mungkin mereka haus Non," ucap Hanum kepada Eliza, Eliza mengambil baby Fasya dan mencoba menyusui nya, awalnya bayi itu memang rakus menyedot, namun setelahnya dia melepaskan mulutnya dari Eliza dan menangis, seakan asi ibunya tidak cukup, Eliza mengalihkan ke payudara kiri, namun hal serupa juga terjadi.
"Sepertinya asi nya Non sedang seret, apa harus d ikasih s…
Pemilik Hati Eliza
Bab 77 Sufor
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments