Jika Eliza dan Raiyan baru saja memulai hubungan mereka dengan hangat dan bahagia, Ardini justru merasakan berbagai macam keluhan diawal kehamilan.
Setiap pagi Ardini selalu muntah dan tidak ada makanan yang bisa masuk ke perutnya, ia tidak menyangka kalau hamil akan membuat tubuhnya jadi selemah dan tidak berdaya seperti sekarang ini.
Ardini terbaring di kamarnya, awalnya ia akan menanggung kehamilan ini sendirian sampai nanti bayi mungil itu lahir dengan Selamat, namun semua tidak semudah yang ia bayangkan.
Ardini meraih ponselnya untuk menghubungi Aizel.
"Aizel, Apa Kau bisa pulang sekarang?" tanya Ardini namun jawaban Aizel tidak sesuai ekspektasi nya, meskipun sedang hamil, Ardini masih bisa memikirkan cara membuat Aizel menuruti permintaan nya.
"Baiklah, kebetulan mama mengenal seorang bidan yang bisa mengugurkan kandungan, Aku tidak kuat menanggung semuanya sendirian."
Klik.
Ardini menutup telepon sambil memijat keningnya, ia tersenyum kecil karena dering ponselnya menampilkan nama Aizel.
"Aku pulang sekarang, jangan berani-berani nya Kau berpikir ingin menggugurkan anakku!"
Begitulah yang Aizel ucapkan, meskipun tidak mencintai Ardini tapi Aizel tetap mengakui darah dagingnya.
Dua puluh menit Aizel menempuh perjalanan akhirnya ia sampai di rumah, ia membuka pintu kamar dengan perlahan dan menatap punggung Ardini yang sepertinya sedang tertidur.
Aizel melihat roti isi yang biasanya menjadi menu sarapan Ardini itu tidak tersentuh sama sekali, wajah Ardini pucat, Aizel menaikkan selimut untuk menutupi tubuh Ardini, namun hal itu malah membangunkannya.
"Kau belum makan?" tanya Aizel, Ardini menggelengkan kepalanya.
"Kau harus makan agar bayinya sehat," ucap Aizel selembut mungkin.
"Aku juga ingin makan, tapi apapun yang masuk ke perutku pasti membuatku mual." Keluh Ardini sambil menyandarkan kepalanya di headboard.
"Ayo ke rumah sakit, Kita bisa minta vitamin atau semacamnya agar mual mu tidak berlebihan, Aku bukan dokter, meskipun Kau memintaku pulang namun A…
Pemilik Hati Eliza
Bab 45 Ardini dan morning sicknessnya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments