Sampainya Raiyan di rumah utama, kamar sang ibu sudah berubah jadi kapal pecah, wanita itu mengamuk sejadinya, untungnya dokter sampai lebih dulu daripada Raiyan, setelah diberi obat penenang wanita itu mulai terlelap di atas ranjang.
"Kenapa bisa begini?" tanya Raiyan pada Tyo dan papanya, Tyo hanya menunduk tidak berani menjawab, sementara air muka papanya sangat sulit di jelaskan, kalut, takut dan perasaan bersalah menjalar secara bersamaan.
"Juwita tidak suka dengan makan siangnya." jawab papa akhirnya.
"Memangnya apa yang ibu makan, Pa?" Raiyan cukup penasaran hanya karena salah menu makanan harus membuat ibunya berakhir dengan obat penenang.
"Ayam betutu..." terdengar lucu, tapi mereka sedang tidak melawak saat ini.
"Apa yang salah dengan ayam betutu?" tanya Raiyan semakin tak paham, mungkinkah ayam betutu menyimpan kenangan buruk bagi ibunya.
"papa juga heran, setahu papa Ibumu sangat menyukai ayam betutu dulunya, tapi kenapa sekarang dia mengamuk karena ayam betutu." daripada menerka, mereka berniat menanyakan pada dokter.
"Sepertinya trauma masa lalu ibu anda masih membekas, mungkin ada cerita buruk tentang ayam betutu, bila traumanya tidak bisa disembuhkan sebaiknya mulailah kehidupan yang baru, yang bisa membuatnya lupa dengan masa-masa sulitnya yang silam, seperti membuat kenangan yg baik mulai dari sekarang, atau dengan menghadirkan orang-orang baru yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan masa lalu beliau," ucap dokter yang biasa menangani sang ibu.
"Begitu rupanya, baiklah dokter, terimakasih penjelasannya, Tyo akan mengantarkan anda pulang." Raiyan terdiam untuk kalimat yang baru saja di dengarnya, begitu pula Surya yang mulai melepas jenggot tebalnya.
"Sepertinya Kau ingin menghentikan papa sebagai perawat ibumu, tapi tidak enak mengatakannya, benar bukan?" Surya jadi tidak suka berbasa-basi jika sudah menyangkut kesembuhan Juwita.
"Kalau papa masih ingin menjadi perawat ibu, aku tetap mengizinkannya, tapi menghadirkan orang baru dalam hidup…
Pemilik Hati Eliza
Bab 70 Persalinan Eliza
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
Almeera
Please Eliza kalau nanti nyesel sama tindakan kamu sendiri, jangan ngeluh apalagi nangis 😁
2025-03-13
1
partini
mau di bunuh loh ya dendam yah dodol
2025-03-13
1