Pukul dua dini hari Eliza memilih keluar dari ruangannya dan menelusuri pantai, rembulan membulat sempurna dan memantulkan cahaya kekuningan di ombak pantai.
Di usia kehamilan yang menginjak bulan ke tujuh ini Eliza semakin tersiksa dengan insomnia nya, seringkali Eliza hanya tidur empat jam dan pernah sama sekali ia tidak bisa tidur semalaman, jika sudah begitu, ini lah yang sering dia lakukan, menelusuri pantai dan menikmati dingin malam yang menyejukkan hawa tubuhnya yang selalu kepanasan.
Eliza membayangkan kembang api kembali hadir di sana, ingatannya memutar ke belakang demi mengenang masa-masa indah bersama suami tampannya.
Entah dari mana keberaniannya, Eliza mencoba menghubungi nomor Raiyan menggunakan panggilan dengan mode privat number, rasa rindu membuatnya ingin mendengar suara Raiyan karena akun sosial media Raiyan tidak menunjukkan update terbaru.
Terdengar nada sambung kereta api, Eliza menunggu dengan hawa panas di sekitar wajahnya di sertai degupan jantung yang menggila, panggilan nya di jawab, suara serak khas bangun tidurnya terdengar seksi di telinga Eliza.
"Halo, halo, siapa ini? Apa salah sambung? Aku tutup teleponnya." Eliza masih menggenggam erat ponselnya, menunggu Raiyan mematikan telepon, rasa rindu yang mendominasi membuat airmata nya berjatuhan tanpa diminta.
"Eliza?" tebak Raiyan di seberang sana. "Kau kah itu, El?" ucap Raiyan menyadari kemungkinan Eliza yang menelepon menggunakan privat number.
Klik.
Eliza menutup panggilan secara sepihak, sampai detik ini dirinya masih bimbang kemana pernikahan ini akan dibawa, Eliza rasa tidak ada lagi kepercayaan yang tersisa untuk Raiyan, sementara cinta dan rindu yang ia punya masih menggunung, bukankah Eliza begitu tidak beruntung jika saja Raiyan melakukan semua hal manis itu hanya untuk memanfaatkan nya? Harapan untuk dicintai oleh suami tampan hanyalah khayalan semata baginya kini.
Entah sampai kapan harus bersembunyi, Eliza juga tidak tahu, Eliza yang sudah menyerah untuk mencari kejujuran…
Pemilik Hati Eliza
Bab 59 Mereka?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
partini
seneng tuh paksu suruh sering" jenguk,,tapi betul sih apa yg di bilang dokter
2025-03-04
0