Eliza, kedua bayi dan kedua baby sitternya melangkah masuk ke rumah utama.
"Wah... Senangnya dikunjungi oleh cucu-cucu mungil ini." Surya menatap isi stroller nya bergantian, wajah gembul dengan lengan bergaris-garis seperti roti sobek membuat Surya gemas sendiri, tampak bobot mereka hampir sama, menjadi bukti bahwa gizi mereka sangat tercukupi selama ini.
Eliza menatap canggung pada Surya yang baru saja Eliza ketahui sepak terjangnya di masa lalu, entah kenapa hal itu membuat Eliza menjadi kurang respect pada mertuanya itu, namun Eliza berusaha mengenyahkan pikirannya, jika Raiyan sudah memaafkan, Eliza pun juga harus berpura-pura tidak tahu bagaimana papa memperlakukan Raiyan dahulu.
"Pa... Aku ingin bertemu ibu mertua," ujar Eliza, Surya mengalihkan tatapannya pada Eliza. "Kau sudah tahu semuanya?" Eliza mengangguk, dan Surya menuntun Eliza menuju kamar Juwita, seperti biasa wanita itu sedang melamun dibalkon kamar.
"Kau yakin ingin bertemu?" tanya Surya lagi ketika mereka diambang pintu, Eliza mengangguk mantap, dengan menggendong satu bayi tampannya, Eliza melangkah menuju balkon kamar, Eliza kini sudah berdiri di sebelah Juwita yang duduk dikursi malasnya.
"Ibu Juwita," panggil Eliza, wanita itu seketika menoleh Eliza, dan beralih pada bayi yang sedang di gendongnya.
Hanya sebentar, Juwita lekas mengalihkan tatapannya ke jalanan lagi.
"Aku membawa bayi lucu, kau ingin melihatnya?" tanya Eliza, berusaha menarik perhatian Juwita dan mencoba membangun komunikasi dua arah, meski ragu Eliza akan tetap mencobanya.
Eliza bergerak mendekat dan membungkuk agar Juwita bisa melihatnya bayinya.
"Mau menggendongnya?" tanya Eliza lagi, tatapan yang tadi terlihat kosong kini sudah berubah menjadi sebuah tanya.
"Bolehkah?" tanya Juwita dan Eliza mengangguk setuju, di serahkan nya bayi yang sedang tertidur itu pada Juwita, geliat kecil muncul ketika Juwita mencium pipinya pelan.
"Siapa namanya?" tanya Juwita.
"Raffasya, tidakkah ibu pikir dia mirip dengan Raiyan?" tanya Eliza,…
Pemilik Hati Eliza
Bab 78 Pindah ke rumah utama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
Almeera
Nah begini kan adem ya El, lebih nyaman menjalani hidup dengan tidak berteman bersama ego
2025-03-17
1
partini
menantu idaman
2025-03-17
1