Eliza meraih ponsel yang terus saja berdering sejak dia di kamar mandi, sebuah nomor Asing tertera di sana, awalnya Eliza ragu untuk menjawab namun karena nomor yang sama menghubunginya berkali-kali, Eliza tidak ada pilihan selain menjawab, bisa saja ada hal yang genting dari si penelepon.
"Halo, Tyo? Kenapa? Apa?! Dimana? Bagaimana keadaan nya? Aku segera kesana."
Klik.
Eliza memutuskan telepon dan bergegas meraih pakaian, ia mengenakan jins dan baju kaos sebagai atasan. Eliza tidak sempat untuk mengeringkan rambutnya, ia bergegas memesan taksi online dan menuju ke rumah sakit.
Jantung Eliza berdegup cepat diliputi perasaan khawatir kala Tyo berkata Raiyan dalam kondisi kritis.
'Kritis? Apa lukanya separah itu?' batin Eliza sambil beberapa kali meminta pak Supir untuk menambah kelajuan mobilnya.
"Dia tidak sadarkan diri." ucapan Tyo kembali berputar di kepalanya.
"Tekanan darahnya meningkat."
"Pembuluh darahnya hampir pecah"
"Banyak lebam di tubuhnya."
Eliza merutuki dirinya sendiri yang beberapa hari ini tidak berlaku manis pada Raiyan, bagaimana jika beberapa jam lalu padalah kebersamaan terakhirnya dengan Raiyan?
Eliza menghalau segala pikiran buruk namun hal itu sia-sia setelah Tyo mengirimkan foto Raiyan yang sudah ditutup selimut putih.
Begitu taksi berhenti di halaman rumah sakit Eliza bergegas memberikan uang dua ratus ribu dan berlari secepat yang ia mampu.
Sebak. Dadanya juga terasa sesak, tangannya gemetar dan tubuhnya melemah, rasanya tidak sanggup untuk menapak dan tidak ada tempat untuknya berpijak lagi, itulah yang Eliza rasakan sekarang. Ia menekan lift berkali-kali lalu menuju ke sebuah ruangan yang sudah berdiri Tyo dan papa di depannya.
"Pa..." lirih Eliza masih tak kuat untuk masuk ke dalam, papa memeluk Eliza yang sudah berlinang air mata.
"Kuatkan hatimu Eliza, ikhlaskan suamimu." ucap papa menepuk pundak Eliza pelan.
Papa mengelap sudut matanya yang memerah. Menuntun langkah Eliza untuk masuk ke dalam ruangan yang sudah terbaring Raiyan di d…
Pemilik Hati Eliza
Bab 37 Selamat Jalan, Raiyan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
partini
plan B ,,,
2025-02-19
0