Aizel menyerahkan thinwall plastik bening yang sudah diisi bulu babi itu pada Ardini, wajah istrinya langsung berbinar saat makanan yang menjadi incarannya datang, namun setelah membuka tutupnya wajah Ardini meredup tanda kecewa.
"Aku ingin makan yang mentah." Ardini meletakkan bulu babi itu di atas nakas.
"Tapi Kau tidak boleh makan makanan yang mentah," bantah Aizel tidak setuju.
"Aku mengidam, Zel! Aku juga tidak ingin makan yang aneh-aneh tapi ini permintaan bayimu, bukan masalah selama Aku hanya makan dalam jumlah yang kecil." Ardini kekeh ingin mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Tidak! Aku tak akan Mengizinkannya!" ucap Aizel tegas, ini semua demi bayi yang dikandungnya, Aizel tidak ingin sesuatu terjadi pada bayinya hanya karena ngidamnya Ardini.
"Sama saja, mereka masih tetap bulu babi hanya bedanya yang ini sudah dimasak." Aizel menunjuk bulu babi yang terabaikan itu.
Ardini tidak menyahut, dia memilih langkah yang paling ampuh, yaitu merajuk, di tutupnya seluruh badannya dengan selimut tebal, kalau sudah begini Aizel pasti luluh, pikirnya.
Aizel menarik selimut itu pelan dan berucap lembut. "Ardini, Aku ingin yang terbaik untukmu dan kandunganmu, Kau sedang hamil, tidak boleh makan makanan yang masih mentah apalagi hewan laut, semua keinginanmu akan Aku turuti, tapi tidak untuk yang satu ini, ya?" bujuknya dengan suara yang lembut dan sepelan mungkin.
"Kalau Kau tidak mau makan bulu babi ini, Aku akan memberikannya pada Eliza," ujar Aizel mengancam Ardini, cukup ampuh sampai membuat Ardini menyibak selimutnya kasar lalu menjambak rambut Aizel sekuat tenaga sampai Aizel terbaring di pahanya.
"Aw!!! Ardini Kau kenapa? Lepaskan Aku! Rambutku bisa rontok semua karena jambakanmu ini!" pekik Aizel tak tahan.
"Berani Kau memberikan bulu babi itu padanya, tamat riwayatmu!" Ardini melepaskan jambakannya lalu menyuap bulu babi tadi dengan kasar, dadanya sampai naik turun mencoba membendung amarah dan kesal yang bercampur menjadi satu.
Sementara Aizel memijat kepal…
Pemilik Hati Eliza
Bab 54 Kekecewaan Eliza
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
partini
nanti kejauhan susah balik bag rai
2025-03-01
0