"El, jangan tidur!" Raiyan menyentak Eliza dengan sedikit memukul pipinya.
"Aku ngantuk, dan lelah..." lirih Eliza mencoba menahan kantuk yang terasa sangat berat. Raiyan menggunakan kedua jarinya untuk membuka mata Eliza lebar-lebar.
"Kau harus tetap terjaga," ujar Raiyan Memperingatkan, dia harus mengajak Eliza berbicara tentang apa saja agar wanita itu tetap terjaga selagi area bawahnya sedang dijahit.
"El..." Raiyan kembali menepuk pipi Eliza. "Kau ingin pulang kemana setelah ini?" Eliza menatap Raiyan, dalam.
"Ke Rahmatullah sepertinya lebih bagus." ucapnya dengan mata sayu, Raiyan sendiri terkejut Eliza akan menjawab demikian.
"Kau ngelantur El? Maksudku, Kau ingin pulang ke rumahku, atau ke rumahmu?" Eliza lalu tertawa pelan, tidak lucu, tapi lebih mirip tawa yang menyedihkan bagi dirinya sendiri.
"Sejak kapan Aku punya rumah?" Eliza tak ingin menanggapi, hanya ingin tidur, tapi ucapan Raiyan memancingnya untuk kembali bertanya. "Pasti Kau sudah tahu semua yang kulakukan di belakangmu,kan?"
"Rumah itu sudah Aku beli untukmu, sertifikatnya ada padaku, setelah ini Aku akan ikut saja kalau Kau mau pulang ke rumah barumu." Eliza tidak peduli dengan ucapan Raiyan, sedikit lagi dia akan tertidur.
Raiyan segera menepuk pipi Eliza sedikit keras dari yang tadi.
"Aku tidak mengizinkanmu masuk ke rumahku, kau mau apa kalau sudah begitu?" Eliza tahu Raiyan melakukan apapun untuk membuatnya tetap terjaga, dia meladeni setiap perkataan Raiyan walaupun terkesan sembarangan.
"Aku akan bawa anak-anak pulang ke rumahku saja kalau tidak boleh masuk ke rumahmu." wajah Raiyan serius, tidak setenang ucapannya, terus menepuk pipi Eliza.
"Kau mau mati?" sergah Eliza lagi. "Aku ingin menjambak rambutmu sekarang."
"Kau bahkan sudah melakukannya tadi, Kau lupa?" ujar Raiyan, bahkan rasanya masih sakit di area kepalanya.
"Kalau begitu aku ingin memukulmu sekarang."
"Itu juga sudah Kau lakukan, El."
"Aku ingin mencekikmu," mata Eliza sudah terpejam sempurna.
"Cekik saja leherku sekarang,…
Pemilik Hati Eliza
Bab 71 Raffazza dan Raffasya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
partini
dah tamat ?
2025-03-13
1