Di sebuah taman kanak-kanak, seorang bocah laki-laki memegang tali tasnya dengan erat sambil menundukkan kepala.
Tiga bocah yang berbadan lebih besar dari nya berdiri tegap mengelilinginya, tubuh bocah lelaki itu sudah gemetar, bahkan mulai berkeringat.
Ini sudah ketiga kalinya dia menerima perundungan, miris memang!
tiga bocah itu tahu target mereka adalah anak orang kaya, itu sebabnya setiap jam pulang mereka menyeret nya ke sebuah gang untuk di palak.
Sejauh ini memang tidak ada pukulan yang diterimanya, hanya jitakan dan tunjalan di kepala.
Bocah lelaki yang ketakutan itu segera menyerahkan uang jajan disakunya berupa selembar dua puluh ribuan.
"Cuma segini?! Mana lagi! Cepat serahkan!" bocah gendut dengan rambut kriwil sudah menggeledah tas ransel nya.
"Nggak ada! Orangtuaku sudah jatuh bangkrut! Huhuhuhu!" bocah itu tak kuasa menahan tangis, dia amat takut sekarang.
Saking takutnya, setiap pagi sebelum berangkat dia berharap agar orangtuanya jatuh miskin saja.
"Pasti Kau sengaja hanya membawa segini, kan?!" bocah berkulit sawo matang mendorong pundaknya dengan jari telunjuk.
"Nggak!!! Jangan ganggu Aku! Aku akan laporin kalian ke mommy!"
"Hahaha!!! Dasar anak mami!" kini ketiga bocah sudah mendorong tubuh bocah kecil itu dan mengoper ke teman-temannya layaknya bola.
Mereka tertawa saat bocah kecil itu menangis tergugu, seperti Tanpa ampun mereka mengerjainya.
"Aw!" tawa seorang dari mereka langsung terhenti saat sesuatu yang keras menghantam kepalanya, sebuah kelereng.
Bocah gendut meraba kepalanya, dia langsung panik saat darah mengalir.
"Siapa Kamu!" tanyanya pada bocah perempuan yang memegang ketapel.
Baru saja dua temannya ingin menyerang, bocah perempuan itu cepat mengangkat ketapel lagi dengan gaya membidik.
Ketiganya berjalan pelan untuk keluar dari gang sempit kemudian lari terbirit-birit.
"Kamu nggak apa-apa?" anak perempuan itu mengulurkan tangannya untuk membantu, saat keduanya berdiri, ternyata tinggi anak laki-laki itu hanya setelinga anak peremp…
Pemilik Hati Eliza
Bonus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments