Eliza dan Raiyan akhirnya tiba di kediaman utama, raut keduanya bersinar-sinar setelah pulang dari Maldives.
Selama empat hari berturut-turut, Raiyan seperti debt kolektor yang setiap hari menagih haknya pada Eliza setelah LDM yang membuatnya harus puasa selama beberapa bulan.
Raiyan tidak membiarkan empat harinya menjadi sia-sia, dia mengajak Eliza mengeksplorasi tempat itu, baik outdoor maupun indoor, salah satu hal yang tidak pernah Eliza tahu sensasinya kalau Raiyan tidak mengajaknya mencoba di dalam kolam renang yang menghadap laut itu.
Walaupun setelahnya Eliza menggigil, tapi Raiyan selalu siap sedia menjadi microwave yang akan menghangatkan Eliza kapan saja.
"Hayyyy Bu," Eliza menghambur ke pelukan mertuanya yang sudah menunggu di pintu."Bagaimana bayi? Apakah mereka rewel selama aku diculik oleh anak ibu?" sambung Eliza.
"Mereka sangat pintar, ibu senang mereka bisa di ajak kerja sama." kini giliran Raiyan yang memeluk ibunya sambil cipika cipiki, Raiyan menyerahkan dua koper mahalnya pada ART yang ada di belakang Juwita.
"Ayo masuk." Raiyan merangkul dua wanita itu sekaligus.
"Aku bawa oleh-oleh untuk ibu, ada di koper yang itu." Eliza menunjuk koper berwarna silver di depannya.
"Terimakasih, Sayang." ucapnya pada Eliza "Oleh-oleh utamanya ada?" kini Juwita bertanya pada Raiyan.
"Belum Bu, sedang di proses,kita tunggu saja beberapa Minggu atau beberapa bulan ke depan."
Eliza mengernyitkan keningnya, sejak menjadi ibu menyusui terkadang otaknya mudah lemot.
"Kalau tidak ada juga bukan masalah, kasihan dia baru saja melahirkan," sambung Juwita.
"Aku Bu?" tanya Eliza menunjuk wajahnya sendiri, Juwita tersenyum penuh arti.
"Iya, ibu tidak menuntut kalian pulang membawa oleh-oleh berupa calon bayi, karena kamu baru beberapa bulan menjadi ibu, tapi kalau Tuhan memberikannya, ibu sangat bersyukur, hari tua ibu akan lebih bahagia di temani cucu-cucu yang menggemaskan."
Eliza mengangguk paham, jadi mertuanya berharap kabar garis dua lagi setelah kepulangan dari Mal…
Pemilik Hati Eliza
Bab 91 oleh-oleh dari Maldives
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
partini
eh kampret ya jelas sakit begoo coba kamu di posisi Juwita,,itu sampai menutup mata masih kebayang lah Lo ena ena di depan mata sampai gila loh Juwita
esmosi akohh
2025-03-23
1
Almeera
pak Surya waktu pembagian otak hadir ke berapa deh, astaga
2025-03-23
1