"Biru buka galeri foto Mama?!" tanya Jingga dengan ekspresi terkejut. Pasalnya, ia melihat foto dirinya bersama sang suami dengan pakaian yang minim, sebuah momen pribadi yang seharusnya tak dilihat oleh anak sekecil Biru. Matanya memandang syok pada putranya yang justru menatapnya polos, seolah tak merasa bersalah sedikit pun.
"Ndaaaa, Bilu nda buka galeli Mama. Bilu tadi liat olang tantik," anak itu membela diri dengan wajah polos, kedua tangannya berusaha menjelaskan sesuatu yang menurutnya sangat masuk akal.
Jingga menghela napas panjang, berusaha mengendalikan emosinya. "Iya, Mama kan memang orang cantik, tapi kenapa kamu buka galeri? Mama udah larang, Biru. Kok bisa tahu sandinya sih?"
Nada bicaranya meninggi, sambil berkacak pinggang menegur putranya dengan tegas. Matanya menajam, penuh kekhawatiran dan rasa kecewa yang bercampur aduk.
Biru memegang bibirnya, matanya mengerjap pelan. "Mama tantik, tapi bukan Mama olangnya tadi. Tadi olaaaang, tantik," ucapnya dengan wajah bingung, tetap mempertahankan pengakuan polosnya.
Jingga kembali menghela napas, kali ini terasa lebih berat. Ia tak sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan anaknya. Sejujurnya, bukan tentang ‘orang cantik’ itu yang ia takutkan, tapi tentang bagaimana anak seusia Biru bisa membuka ponselnya dan menjelajahi sesuatu yang tidak di perbolehkan.
"Ayo tidur siang. Mama udah larang, tapi Biru masih lakukan juga."
Jingga menggandeng putranya menuju kamar. Biru hanya pasrah, bibirnya mencebikkan bibirnya ke bawah dengan tatapan memelas.
"Bilu jujuuul, nda di pelcaya. Olang benelan olang tantik," gerutunya kesal dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
.
.
.
Di waktu bersamaan, Arexa menatap ponsel Raffa yang kini sudah m4ti. Entah kenapa, video call yang tadi berlangsung tiba-tiba terputus. Ia pun meletakkan ponsel itu di meja kembali tepat saat makanan yang mereka pesan tiba. Meira tampak senang melihat berbagai hidangan yang kini terhidang di hadapannya.
"Mei, Mei jangan minta aneh-aneh, ya ke Aya…
Rahim Yang Tergadai
Kepanikan Raffa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
Sukhana Ana lestari
Sabar ya Rexa.. Salahnya kamu Bambang.. pamitnya keep toilet bet jam²
itu hp bunyi terus.. takut itu penting jd Di terima tuh panggilan.. emosi di pelihara😠
2025-09-07
6
Syifa Azhar
ya ampun Raffa mulutmu jahat sekali semoga saat kau sadar sudah mencintai arexa tapi arexa sdh pergi bersama Meira biar tau rasa kamu,semoga ada cowok lain yang deketin arexa biar makin uring-uringan kamu Raffa 😬😬
2025-09-07
6
Sukhana Ana lestari
Kopi mendarat Thor.. sehat semangat terus Thor cantik.. 😘😘😘😘😘💪💪💪
2025-09-07
3