Raffa menatap Meira yang tengah asik menghabiskan sarapan yang ia buat sendiri. Tak mewah, hanya roti panggang sederhana, itu pun menggunakan alat pemanggang roti biasa. Tapi tak mengapa—Meira sudah lapar, dan mereka tak punya waktu untuk memasak yang lebih rumit.
"Ayah pelgi lagi nanti?" tanya Meira di sela-sela kunyahannya.
Raffa mengangguk pelan. Ia mengusap remah roti di pipi Meira dengan lembut, lalu menjawab, "Ya, nanti Ayah akan pergi. Besok baru Ayah pulang. Meira butuh sesuatu?"
Meira menggeleng. "Kita nda tinggal baleng lagi? kayak kemalen-malen?"
"Mei," tegur Arexa dengan lirih, memberikan isyarat halus lewat anggukan kepala agar Meira berhenti bertanya. Meira menunduk, merasa bersalah. Namun, Raffa segera mengusap kepalanya penuh kasih.
"Minggu depan kita sudah bisa tinggal bareng lagi kok. Sabar yah. Habiskan sarapannya, Ayah mandi dulu." Raffa beranjak ke kamar, meninggalkan Arexa yang hanya bisa menatap kepergiannya dalam diam. Setelah Raffa benar-benar menghilang di balik pintu, Arexa kembali memandangi Meira.
"Mei, jangan sering-sering ikut campur urusan kesibukan Ayah, ya. Kalau Ayah di rumah, waktunya memang buat Mei. Tapi kalau Ayah di luar ... itu bukan waktunya Mei, jadi jangan ditanya-tanya lagi, oke?" suara Arexa terdengar hati-hati. Bukan karena marah—melainkan takut. Takut Raffa merasa risih dengan celotehan polos Meira, karena tidak semua orang dewasa menyukai pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak.
"Ngelti, Bunda," gumam Meira dengan lirih.
Arexa tersenyum. "Pintar. Habiskan sarapannya, ya."
Meira mengangguk penuh semangat. "Bunda, nanti kita pelgi main yah. Mei bocan beltemu tembok tiap hali. Mei mau kelual, main bebek ael gimana? Mei belum pelnah main bebek aeeeel!"
Arexa tersenyum tipis, menyembunyikan rasa bersalahnya. Bahkan untuk berjalan ke luar rumah saja, tubuhnya masih terasa nyeri. "Mei, Bunda sedang nggak enak badan. Gimana kalau lusa?"
Senyuman Meira langsung luntur. "Becook-becook yah," lirihnya, namun wajahnya berubah cepat,…
Rahim Yang Tergadai
Jamur-mu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
jumirah slavina
wwoooaaahhh... debakkkkkk.....
Otor tau bentuk"y....
mata suci'ku ternodai...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2025-09-10
18
RiriChiew🌺
Raffa juga tertekan itu sama kemauan Bu Tania, yg dirongrong trus2an perihal keturunan Mahendra . hati dia gak siap tpi tuntutan terus terjadii jadi ngambil jalan pintas yg ektream memang 🤦 akankah ada penengah disini?? jalan Raffa memang salah tpi itu pun karna tekanan yg dia dapat jugaa 😪
2025-09-10
12
Annabelle
Mungkin jamur yg di maksud Rexa itu King Trumpet 🤣🤣tapi masih mending itu sih daripada jamur enoki 🤣🤣
2025-09-10
6