Karena Arexa melahirkan dengan normal, proses pemulihannya pun berjalan lebih cepat. Kini, ia sudah kembali ke kamarnya bersama sang putra yang tengah terlelap di sampingnya. Sementara, Meira duduk sambil menopang dagunya dengan kedua tangan, matanya menatap wajah mungil bayi yang baru lahir.
"Adek Mei tantik kali," gumam Meira dengan penuh kekaguman.
Ucapan itu membuat Arexa menoleh, tersenyum geli. "Kok cantik? Ganteng dong harusnya, kan adiknya laki-laki," ujar Arexa sambil membenarkan dengan lembut.
Meira membulatkan mulutnya, seperti baru sadar telah salah bicara. "Mei lupa ... tapi adeknya tantik," ucapnya polos, membuat Arexa tertawa kecil, tak kuasa menahan senyum.
Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Raffa masuk dengan langkah tenang. Ia langsung duduk di tepi ranjang, menyibak sedikit selimut yang menutupi tubuh istrinya lalu meng3cup kening Arexa penuh sayang.
"Sudah pompa ASI?" tanya Raffa.
Arexa mengangguk. "Sudah. Sudah aku simpan di kulkas. Biar nanti malam kamu yang bangun, ya." Ucapan itu membuat Raffa tersenyum senang.
"Ya, jangan sampai lupa. Soalnya Jingga ... ASI-nya kurang lancar. Si Ruby jadi nangis terus karena nggak kenyang," balas Raffa sambil melirik ke arah tempat tidur bayi.
Arexa terdiam sejenak, memahami maksud ucapan Raffa. "Mungkin Kak Jingga banyak pikiran atau kelelahan," ucapnya pelan.
"Entah ... habis sama si Angkasa kali," celetuk Raffa spontan.
Arexa tertawa kecil dan memukul lengan pria itu pelan. "Dasar."
Tiba-tiba suara nyaring Meira memecah suasana. "Bunda! Adek bangun!" serunya semangat sambil menunjuk ke arah Ghava.
Arexa dan Raffa segera menoleh. Bayi mereka sudah membuka mata, memperlihatkan sepasang bola mata abu-abu yang merupakan warisan dari Arexa. Tapi rambutnya—hitam legam, seperti milik Raffa. Mata bayi itu menatap Raffa dengan ekspresi serius, seolah menuntut sesuatu.
"Kenapa? Buang air kamu ya?" tanya Raffa dengan nada menggoda.
Arexa memeriksa popok anaknya, lalu mengangguk. "Benar dugaan Kakak," katanya sa…
Rahim Yang Tergadai
Kehidupan Setelah Menjadi Ayah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
RiriChiew🌺
nah kan kata aku juga pasti lngsung di eksekusi sama si Diego inii, apa lngsung dilaporin apa gmana ? aduh baru juga ngerasain jadi ibu udah ada drama kekacauan saja 😥
2025-09-22
9
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Dan siap² juga kamu akan terluka, karena alm.ayahmu tidak sebaik yang kamu kira.
2025-09-22
32
Ta..h
nikmati bahagia nya mengurus bayi ya raffa.
diego 🤔🤔 mungkin ayah mu tidak gagal menjadi seorang ayah. tapi dia gagal jadi seorang suami karna selalu membuang benih di sembarang tempat.
dan menyakiti istri nya di sepanjang hidupnya sampai berakhir meninggal pun masih hal bejad yang di lakukan .
raffa waspada terus bahaya mengintai keluarga mu.
2025-09-23
3