Langit mendung menaungi kompleks pemakaman tua itu. Pepohonan berderik tertiup angin, seolah ikut berduka atas sebuah pertemuan yang tertunda dan penuh luka. Devon berdiri kaku di depan sebuah makam. Di sana tertulis nama Lynora Grace, ibu kandungnya.
Perlahan, ia berlutut. Tangannya yang gemetar meletakkan setangkai mawar merah di atas pusara. Air mata menetes dari matanya yang sembab, jatuh mengusap nama ibunya yang terukir indah di batu nisan.
“Ma ... kita bertemu lagi. Tapi ... pertemuan ini sungguh menyakitkan,” bisik Devon, nyaris tak terdengar.
Ia menarik napas panjang, menahannya sejenak sebelum mengembuskannya dengan berat. Bibirnya melengkung, mencoba tersenyum walau perihnya terasa menohok hingga ke d4da.
“Aku tahu ... perpisahan Mama dan Papa bukan karena orang ketiga, tapi karena ketidakcocokan. Ego kalian sama-sama keras, dan itu ... menghancurkan rumah masa kecilku. Tapi aku tidak membenci Mama. Terima kasih, karena Mama telah memberiku seorang adik yang sangat cantik—setidaknya, di dunia ini ... aku tidak sendirian.”
Matanya bergetar. Suaranya nyaris berbisik. Setelah menyampaikan isi hatinya, Devon perlahan berdiri. Ia menoleh ke arah Arexa, yang kini tengah berlutut menggenggam ujung nisan sang ibu, matanya tertutup, tubuhnya bergetar menahan tangis.
Arman menepuk bahu Devon. Lelaki paruh baya itu melempar senyum hangat, menyalurkan ketenangan lewat tepukan.
“Terima kasih sudah mau menampungku, Pa ...,” ucap Devon pelan, tapi tulus.
Arman tertawa kecil. “Tentu saja, supaya Papa bisa dapat cucu. Tapi untungnya, Arexa adikmu, yang artinya dia juga putri Papa sudah kasih cucu pada Papa, jadi ... terserah kamu, mau nikah atau tidak.”
Devon tersenyum, lebih lembut dari biasanya. “Aku akan menikah, Pa.”
Ucapan itu membuat Arman tercengang. “Serius? Wanita mana yang kurang beruntung itu?” candanya sambil tertawa. Devon melempar lirikan tajam yang membuat Arman tambah geli.
Sementara itu, Arexa berlutut memeluk bayi dalam dekapannya, putranya yang kini ten…
Rahim Yang Tergadai
Senja Yang Mengakhiri Kisah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
beybi T.Halim
secangkir kopi meluncur .,menutup cerita hangat dan romantis dikala mendung menggantung .,semangat buat penulisnya singkat ,padat dan tentunya dengan ending terbaik👍👍👍sampai jumpa dicerita terbaik selanjutnya💝💝💝salam cinta dati kota Medan sumatra utara
2025-10-01
14
sleepyhead
Akhirnya beres juga perjalanan cinta Raffa dan Rexa, family goals.... coltha
Keluarga yang baik dimulai dengan cinta, dibangun dengan kasih sayang,
dan dipelihara dengan kesetiaan... 🥰🥰🥰🥰🥰
2025-10-01
7
RiriChiew🌺
kak Ra , btw yg louncing tgl 4 nanti tentang siapa yaa kok aku penisirin dikasih clue nya gak sih apa lngsung aja nanti 🤭 mending lngsung kasih tau ajaa deh biar seneng diriku inii 🤣
2025-10-01
9