Raffa tadinya ingin mengantar Arexa ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan. Sayangnya, ia harus menghadiri meeting dengan salah satu pemilik perusahaan penting. Akhirnya, ia berjanji pada Arexa untuk menemaninya periksa di sore hari. Arexa hanya mengangguk singkat, sikap cueknya masih bertahan.
“Aku berangkat ke kantor dulu,” ucap Raffa sambil melirik wanita yang masih sibuk dengan ponselnya. Arexa tetap diam, tak merespon. Ia pun mendekatinya perlahan, lalu meng3cup kening wanita itu.
Arexa tersentak. Matanya membulat sempurna. Pandangannya langsung naik, menatap Raffa yang terlihat salah tingkah dan buru-buru melangkah pergi. Tanpa sepatah kata pun, pria itu meninggalkan rumah—meninggalkan Arexa dengan pikirannya yang berkecamuk.
“Sebenarnya dia tuh maunya gimana sih?! Masih mengingat masa lalu tapi nggak mau lepas dari orang baru,” gerutu Arexa kesal, menghempaskan tubuhnya ke sofa. Rasa dongkol yang ia tahan semakin mengganjal di d4da.
Raffa melajukan mobilnya menuju perusahaan. Setibanya di sana, ia langsung masuk ke ruangannya dan mulai mengecek tumpukan pekerjaan yang menunggunya. Tak lama, Henry datang dan menyodorkan agenda hari ini yang sangat padat.
“Tuan Arman mengalami keterlambatan, Tuan,” lapor Henry sambil berdiri rapi.
“Ya sudahlah, aku bisa istirahat sebentar,” gumam Raffa, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi kulit hitam di balik meja besar. Ia memejamkan mata sebentar.
Henry pun duduk di sofa, memainkan ponselnya dengan fokus. Tapi tiba-tiba, Raffa membuka mata dan menatap langit-langit. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, dan ia tak tahan untuk menyimpannya sendiri.
“Henry … menurutmu, saya ini seperti apa?” tanya Raffa pelan.
Henry tersentak. Pertanyaan itu terdengar aneh, apalagi datang dari bosnya sendiri. Ia menoleh ragu, mencoba menebak arah pembicaraan.
“Anda bos yang baik,” jawabnya dengan suara yang agak kaku.
“Ck,” Raffa mendecak. “Anggap saja kamu itu wanita. Kamu melihatku seperti apa?”
Henry bergidik, wajahnya kaku. “Saya…
Rahim Yang Tergadai
Kedatangan Nenek Cetar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
Annabelle
Tania in action 😆🫣😂 sebentar lagi Raffa kena pukulan sandal Tania karena meyembunyikan perempuan di rumahnya meskipun sebenarnya mereka sdh menikah ...aku menunggu plot ini ... benar2 happy banget kalo misalnya Rexa mau jujur apa yg terjadi aku yakin Tania mau membantunya memberi pelajaran ke Raffa ..Kali aja Tania mau meyembunyikan Rexa terlebih dahulu biar Raffa benar2 merasakan Arti sebuah KEHILANGAN 😆😆
2025-09-14
24
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Aku.. Aku, aku siapa aku siapa. bilang saja aku ibunya Meira dan dede jony🤣🤣🤣 malah ngakak Raffa sama tuan Arman malah gosipin laki² payah dan ceroboh, bin durjanaa ada didepan matanya pula🤣🤣
antara cinta dan nyaman, pusing aku juga si raffa suka sama siena karena apa dan suka sama Arexa, karena iba atau cinta hadehhh ,
2025-09-14
17
jumirah slavina
Mama Tamia
Otor : 7 bab buat kamu
yyeeeyyyyy 🥳🥳
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2025-09-14
12