Raffa menggenggam erat tangan istrinya saat mereka tiba di rumah sakit. Nafas Arexa terengah, wajahnya penuh peluh, dan tubuhnya bergetar menahan rasa sakit yang tak terlukiskan. Tania dan Ferdi turut menemani, sementara Jingga dan Angkasa tetap di rumah menjaga anak-anak. Suasana di rumah sakit itu penuh ketegangan, seperti waktu yang berhenti di tengah deru napas dan isak tangis.
Seorang dokter datang dan memeriksa pembukaan. Arexa meringis keras, air matanya tak terbendung. Raffa, yang berdiri di sampingnya, mulai tak kuasa menahan emosi. Ia menggenggam tangan istrinya yang terus mencengkeram kuat, seakan menyalurkan rasa sakitnya lewat kulit dan tulang suaminya.
“Sudah pembukaan tujuh, sebentar lagi ya,” ujar sang dokter sambil melepas sarung tangannya.
Raffa menoleh dengan wajah yang basah oleh air mata dan keringat. “Dari tadi dibilang sebentar lagi, Dok! Enggak lihat istri saya nangis dari tadi sampai air matanya kering? Dokter kira ini enggak sakit apa?!”
Dokter itu hanya tersenyum tenang melihat kepanikan Raffa. “Tuan, justru istri Anda mengalami proses pembukaan yang sangat cepat. Ini kabar baik. Saya akan kembali sepuluh menit lagi.”
Ia pergi, meninggalkan Raffa yang terisak sambil menarik napas panjang, berusaha mengendalikan emosinya. Arexa, dengan suara lirih, memanggil pelan.
“Aku mau Mama,”
Raffa terdiam sejenak, bingung. Tapi ia segera berdiri dan keluar dari ruang bersalin, mencari Tania dan Ferdi yang tengah duduk cemas di ruang tunggu.
“Gimana, Fa?” tanya Tania segera, wajahnya tampak panik.
“Mama disuruh masuk sama Rexa,” jawab Raffa dengan suara berat.
Tanpa sepatah kata lagi, Tania bergegas masuk ke ruang bersalin. Raffa terjatuh duduk di samping Ferdi. Tangannya penuh dengan bekas cakaran, merah dan membiru.
Ferdi memegang tangan anaknya, mengelus perlahan, lalu menepuk bahu lebar Raffa dengan mata yang tampak menerawang jauh.
“Akhirnya kamu tahu, kan, kenapa Papa dulu memilih hanya punya dua anak?”
Raffa menunduk. “Iya, Pa …,”
Ferdi menarik…
Rahim Yang Tergadai
Lahirnya Pewaris Mahendra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
RiriChiew🌺
riweuhh yaa raff , beruntung lah kalian bila persalinan ditemani suamii . jgn kaya si aku ditemani sama bidan dan indung berang 😁
2025-09-22
16
Rosy
saking semangatnya sampe bikin yg baca bengek 🤣🤣🤣
2025-09-22
7
Rosy
pasti emak2 pada Dejavu dg kelahiran anak masing-masing..dan pasti ada saja drama persalinannya termasuk aku yg tidak di dampingi suami saat melahirkan anak pertama karena sedang kerja
2025-09-22
8