Hari ini, tiba-tiba saja Raffa mengajak mereka ke rumah sakit. Katanya, untuk pemeriksaan kesehatan Ghava dan juga rahim Arexa. Tapi yang membuat Arexa heran adalah, pria itu juga membawa Meira. Tentu saja ini menimbulkan tanda tanya besar dalam benak Arexa.
“Konsultasi aja, sayang. Meira juga belakangan nafsu makannya menurun. Iya kan, Mei?” tanya Raffa, melirik gadis kecil yang duduk manis di sebelahnya.
Mendengar itu, Meira terdiam sejenak. Apakah pria itu tidak melihat? Di tangannya saat ini ada dua roti. Bahkan dua itu hanya cukup mengganjal perutnya satu jam saja.
Arexa mengerutkan kening dalam, merasa ada yang janggal. “Perasaan nafsu makan Meira biasa aja, kok,” gumamnya pelan, separuh ragu.
Tak lama, giliran mereka dipanggil. Raffa pun menggandeng istrinya masuk ke sebuah ruangan dokter. Seorang dokter laki-laki menyambut mereka dengan ramah. Arexa duduk di sebelah Raffa sambil membetulkan posisi stroller Ghava yang ada tepat di sampingnya. Meira sendiri berada di pangkuan Raffa.
“Kita ambil sampel darah dulu, ya,” ucap dokter itu setelah berbincang singkat dengan Raffa. Rupanya, sebelumnya Raffa sudah menghubungi dan memintanya untuk bekerja sama dalam hal ini.
Arexa tak punya rasa curiga. Ia mengulurkan lengannya dengan tenang dan membiarkan darahnya diambil.
Namun, saat giliran Meira, anak itu langsung menolak dengan keras. Ia bahkan menangis—untuk pertama kalinya dengan suara keras hingga menggema di dalam ruangan. Arexa yang semula bingung, kini merasa hatinya pecah melihat tangisan itu.
“CAAKIIIT, CAAAA ...,”
Teriakan Meira mendadak terhenti kala jarum suntik berhasil menusuk kulit halusnya. Dokter dengan sigap mengisi tabung kecil dengan darah. Meira yang sebelumnya tegang, kini hanya mengerjap pelan.
“Nda cakit telnyata ...,” gumamnya lirih.
Ia sempat membayangkan bahwa jarum besar itu akan sangat menyakitkan. Tapi ternyata … tidak.
“Dah, selesai,” ucap dokter dengan senyum lebar.
Meira menghela napas lega. Ia segera turun dari pangkuan Raffa dan la…
Rahim Yang Tergadai
Kehebohan Keluarga Mahendra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
Agnezz
untung belum ditiup Bodel2 , dikira itu balon🤣🤣
2025-09-29
10
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mei ,sayang ayah Rafa lagi sedikit eror jadi tolong di pahami karena itu salah 1 penyakit orang ganteng
2025-09-29
14
Irma Juniarti
ayah laffa nda nyadal apa mei makan banyak ini,cembalangan bilang mei kulang nafcu makan🤣
2025-09-29
13