Arexa menikmati liburannya bersama Meira. Sore hari itu, keduanya berjalan-jalan di bibir pantai. Meira tampak berlari-lari bersama kucing kesayangannya. Anak kecil itu terlihat antusias menikmati liburan mereka. Sementara Meira sibuk tertawa dan bermain, Arexa hanya menatap sekitar, lalu sesekali berhenti untuk mengambil beberapa foto.
Dari kejauhan, Raffa mengamati dua wanita berbeda usia itu. Kini ia mengenakan celana pendek selutut, kaos putih yang dilapisi dengan kemeja hitam. Matanya tak lepas dari sosok istrinya yang terlihat tenang memotret pemandangan dengan ponsel lamanya. Ada keanggunan dalam caranya berdiri, dan semilir angin yang menerbangkan helai rambutnya menambah pesona alami pada wanita itu. Tanpa sadar, Raffa mengangkat ponselnya, mengabadikan sosok Arexa.
“Cantik,” gumamnya pelan saat melihat hasil jepretan.
Ia kembali menyimpan ponselnya ke dalam saku, lalu melangkah mendekati Arexa. “Masih aja pakai ponsel buutut. Kenapa nggak beli baru? Aku kan sudah kasih kamu kartu ATM,” ucap Raffa dengan heran.
Arexa hanya melirik sekilas. “Belum maati, masih bisa dipakai,” balasnya singkat.
Raffa menghela napas. “Ponsel itu kebutuhan. Setidaknya kamu punya yang bagus, buat nyimpan banyak kenangan.”
Arexa menatap Raffa, matanya menyipit pelan. “Kenangan itu disimpan di hati, bukan dalam ponsel. Kalau cuma tersimpan di ponsel, kita hanya ingat sesekali. Tapi kalau menyimpannya di hati, kita akan selalu ingat.”
Ia kembali menatap laut luas di hadapannya. Gelombang yang datang dan pergi, suara tawa Meira yang masih terdengar di kejauhan, semuanya terasa seperti pengingat akan momen damai yang langka. Arexa tersenyum.
“Kak, aku berterima kasih padamu,” ucapnya sambil mendongak, menatap mata tajam milik Raffa.
“Untuk?” alis Raffa terangkat.
“Tawa Meira,” jawab Arexa dengan senyum lembut. Raffa mengikuti arah pandangannya, melihat Meira yang masih berlari dengan tawa riang.
“Setidaknya ... dia merasakan kebahagiaan yang Papa nggak pernah kasih. Aku mendapatkan ka…
Rahim Yang Tergadai
Menolak Rasa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
indrie_💖
Sono buruan ke kamar lanjutkan adegan tertunda di kolam renang gih ehek hehee..si meimei pengertian banget pamit tidur duluan sama ci telong..yg nyenyak ya meii biar tdk sampai mendengar suara lucknut dari ayah bunda mu mei
2025-09-12
10
Irma Juniarti
nah hayooo mau jawab apa kamu Raffa.
2025-09-12
5
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
msh aja degil kali kau yah. q jedotin batu padaslah kepala kau tuh
2025-09-12
5