Raffa sudah sadar. Namun, sejak matanya terbuka, ia menolak segala bentuk makanan yang Ferdi berikan. Hari telah berganti malam, namun keberadaan istrinya masih menjadi misteri. Raffa bahkan tak tahu apakah sang istri masih hidup atau tidak. Rasanya, seluruh semangat hidupnya ikut lenyap bersama hilangnya perempuan itu.
“Isi perutmu dulu, Raffa. Gimana kamu bisa mikir kalau perutmu lapar, huh? Tenanglah, istrimu baik-baik saja pasti,” sentak Ferdi dengan nada kesal. Tapi Raffa hanya menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
“Istriku di mana, Pa? Aku nggak bisa makan tanpanya,” lirihnya, suara bergetar menahan tangis.
Ferdi menghela napas keras. Ia meletakkan piring yang sedari tadi ia pegang dan menatap putranya itu dengan lesu. “Sebelumnya kamu bisa makan dengan baik. Makanya, Raffa ... kalau udah cinta, jangan lemooot! Kan jadi ikut pergi juga! Bukannya belajar dari kesalahan, malah makin menjadi-jadi!” geramnya.
Raffa memeluk lutut, diam dalam lamunan tentang sang istri yang hilang entah ke mana. Namun, tatapannya berubah ketika ia melihat Angkasa duduk di pojok ruangan dengan wajah kosong. Sama seperti dirinya, lelaki itu juga tampak kehilangan arah.
"Kenapa dia juga murung? Bukannya istriku yang hilang?" batinnya.
Raffa menoleh pada Angkasa dan bertanya, “Dia kenapa? Istriku yang hilang, kok dia yang galau?”
Pertanyaan itu sontak membuat Angkasa menatapnya tajam, penuh amarah. “Gara-gara kamu, istriku juga hilang!”
“Dih, kok gara-gara aku?” Raffa reflek membela diri.
“Jingga pasti marah setelah tahu aku menyembunyikan rahasiamu. Jadi dia pergi, bawa semua anak-anak kami. Semuanya karena kamu, Raffa! Istriku hilang!”
Raffa makin bingung. Ia menoleh ke Ferdi, berharap klarifikasi. "Coba tanya Mama, Pa,” ucapnya polos.
Ferdi menarik napas kasar, suaranya terdengar berat. “Masalahnya ... Mama kamu hilang juga.”
“HILANG JUGA?!” pekik Raffa, matanya membulat sempurna dengan ekspresi terkejut. Ia tercekat. Bagaimana mungkin, ketiga perempuan mereka hilang di saat bersamaan…
Rahim Yang Tergadai
Tempat Persembunyian Tiga Istri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
jumirah slavina
"SEMUA GEGARA KAMU RAPA !!!" teriak Papa Perdi & Ayah Angkaca'Laya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2025-09-15
11
Sukhana Ana lestari
Antara sebel gedek sm Raffa tp juga kasian.. kalo udah begini aja bikin repot orang.. kasian tuh papa sm Angkasa ikut kena dampaknya gara² kamu Raff..
2025-09-15
15
Agnezz
ngebayangin kalo Kucing disiram air, nah seperti itu Raffa wkwkwkwk lari terbirit2 dengan kecepatan penuh kalah Valentino Rossi
2025-09-15
6