Setelah liburan berakhir, sepasang suami istri itu kembali ke aktivitas masing-masing.
Raffa sibuk dengan perusahaannya, sedang Arexa lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama Meira, anak kecil yang selalu menjadi penghibur sekaligus penguat hatinya.
Namun, meski hari-hari mereka terlihat biasa saja, hubungan keduanya sebenarnya stuck—diam di tempat. Tak ada pertengkaran besar, namun juga tak ada kemajuan. Mereka sama-sama menahan diri, sama-sama menyembunyikan kenyataan bahwa hati mereka sudah saling nyaman. Tapi entah karena ego, atau karena masa lalu yang belum sepenuhnya usai, tak satu pun dari mereka yang berani bicara lebih dulu.
Malam ini terasa berbeda. Raffa pulang lebih awal dari kantor. Wajahnya terlihat lebih tenang, ada semacam kerinduan yang mengendap dalam sorot matanya. Di tangannya, sebuket mawar merah segar—masih terbungkus rapi dalam plastik bening dan pita satin.
"Cklek!"
Arexa menoleh saat mendengar pintu kamar yang terbuka. Pandangannya segera tertuju pada Raffa, yang berdiri dengan senyum tipis sambil membawa buket bunga yang cukup besar.
Melihat itu, senyumnya perlahan merekah.
Dia bangkit dari tempat tidur, menyimpan ponsel barunya, hadiah dari Raffa beberapa hari lalu dan melangkah mendekat.
Raffa menurunkan buket mawar yang semula menutupi wajahnya. Senyum mereka beradu sebentar, sebelum Arexa menyentuh lembut kelopak-kelopak merah itu.
“Bunga siapa ini? Cantik sekali,” tanya Arexa dengan senyum mengembang, matanya berbinar.
“Untukmu,” jawab Raffa singkat, menyerahkan bunga itu ke pelukannya.
Hati Arexa menghangat. Ia menerima bunga itu dengan suka cita. Aroma mawar segar memenuhi hidungnya, membuat perasaannya mekar seperti bunga yang sedang ia peluk.
Sementara itu, Raffa membuka jas dan jam tangannya. Ia membelakangi Arexa, bersiap mandi untuk melepas penat setelah seharian bekerja.
Namun, sebuah kartu kecil terselip di antara tangkai bunga menarik perhatian Arexa.
Dengan penasaran, ia menariknya perlahan, membaca tulisan yang ter…
Rahim Yang Tergadai
Satu Nama Yang Menghancurkan Harapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
bufouu _
meskipun pernikahan bukan dasar rasa cinta tapi sakit jadi arexa harus hidup di bawah bayang" Siena, lagian Rafa yaallah bujang ganteng mama tania Siena udah nikah dan kalian belum punya hubungan apa apa rafaaa anak ganteng entuh arexa di depan mata dah kau prawanin masih inget siena baee mana ada tatonyaa
Aku kalo jadi arexa bakalan kabur eh engga kabur ga aku urusin sirafa ddehhhh
2025-09-12
12
Teh Yen
kok bisa Raffa engg ngeh ,,knp kamu buat kesalahan fatal babang Raffa engg deh kagak ikut" ah selamat menikmati kemarahan arexa aj deh kamu yg buat salah abisnya
lagian knp engg bisa move on sih secara Sienna itu kan bukan pacar kamu blom jd pacar masih gebetan blom jadi siapa" kamu raffa segitu ngarepnya kamu Sienna balik sampe lupa d rmh ada istri yg d lupakan walupun istri kontrak tp arexa kan menjalankan kewajibannya smaa kamu setidaknya jaga perasaan ya babang Raffa 😔
2025-09-12
5
RiriChiew🌺
alamakkkk kesalah fatall kau Raffa knp harus Siena yg kau tulisss 🤦 aku kalau diposisi rexa gak akan aku gubris tuh salaki. Raffa beli bunga dgn keadaan sadarr apa ngga yaa😪 baru juga diangkat ke atas langit udah dijatohkan pulaa keinti bumii . seueul etamah aduhh 🥺
2025-09-12
9