"Makanlah," ucap Raffa, meletakkan semangkuk mie panas di atas meja makan. Matanya menatap Arexa yang baru saja keluar dari kamar setelah berganti pakaian.
Arexa yang kini telah berpakaian rapi, duduk perlahan di kursi makan. Ia menatap mangkuk mi itu sejenak, lalu mengambil sumpit dan mulai menyuapinya ke dalam mulut. Meski sederhana, tapi rasa lapar membuat mie instan itu terasa sangat nikmat.
Raffa menarik kursi di sebelahnya dan duduk, lalu menyandarkan dagunya di atas tangan yang ia tekuk di meja. Pandangannya tidak lepas dari wajah Arexa.
"Kamu meninggalkan Meira sendirian di apartemen, apa kamu sadar itu sangat berbahaya?" Nada suaranya terdengar tegas, meski masih berusaha ditahan agar tidak terdengar menghakimi.
Arexa mengangguk pelan. "Aku tahu. Tapi Meira sudah terbiasa. Dia tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat aku tidak di rumah. Aku bahkan sengaja meninggalkan ponselku agar dia bisa menghubungimu kalau terjadi sesuatu. Aku juga sudah ajarkan cara membuka pintu, dan aku hanya meninggalkannya satu jam saja."
Raffa mengerutkan kening. "Tetap saja, Meira masih terlalu kecil untuk ditinggal sendirian. Bagaimana kalau apartemen kebakaran dan pintu terkunci?!" Nada suaranya sedikit meninggi kali ini, campuran antara cemas dan frustrasi.
Arexa menghentikan suapan terakhirnya. Ia meletakkan sumpit di atas mangkuk, lalu menatap Raffa dengan tatapan lelah.
"Aku hanya punya Meira. Dan Meira … hanya punya aku. Kami sudah berusaha untuk tidak bergantung pada orang lain. Aku ulangi, Meira tahu apa yang boleh dan tidak boleh. Aku pergi demi pekerjaan. Itu pun hanya sebentar. Aku tahu batasnya, aku tahu kapan harus pulang."
Suasana menjadi sunyi sesaat setelah Arexa bangkit dari kursinya. Ia membawa mangkuk kosong ke tempat cucian piring, mencucinya tanpa mengeluh. Pandangan Raffa mengikuti setiap gerakan wanita itu. Tubuh Arexa memang terlihat sedikit lebih berisi dari sebelumnya, namun entah kenapa, di matanya, wanita itu masih tampak begitu kurus dan ra…
Rahim Yang Tergadai
Malam Ini, Bisa Dong?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Entah kenapa jawaban mei bikin aku terharu, kayak apa ya dia tu anak kecil tapi dia belajar buat memahami kalo dia ga boleh rewel, dia belajar mengendalikan diri di saat anak lain seusia main dan tantrum kalo ga dapet yg dimau tp mei enggak gt. Dia kayak sadar kalo dia cuma punya arexa yg dia tau sebagai ibu nya, dia tau ibu nya sendirian besarin dia, dia seakan tau kalo mereka cuma punya satu sama lain dan harus berdiri di kaki sendiri supaya ga ngerepotin orang di sekitar mereka 🥺 hebat deh bayangin anak kayak mei 👍
2025-09-09
7
RiriChiew🌺
bisaaa rafaa gaskeunn jgn ditunda2 lagii , dan untuk kak Ra kasih atuh yahh ksian Raffa massa masih belum bisa membobol gawang rexa , udah baik dari eps awal sampe sini Raffa nya kasih reward dgn adegan +++ nyaa . iyaa gak kak 🤭🤣
2025-09-09
7
Agnezz
Arexa dulu dengan gagah perkasa mau menyewakan rahimnya, trus sekarang kok jadi ciut nyalinya. Emang apa sih yg ada dipikiran Arexa saat itu? apa yg penting bisa pinjam uang 200 jt, untuk nebusnya bisa dipikir nanti.
2025-09-09
7