Seorang lelaki berbaju cokelat sedang duduk di beranda rumah. Dia mengibas-ngibaskan tangannya karena udara yang mulai panas. Matahari tepat di atas kepala, tak ayal keringat bercucuran sejak tadi. Dia bekerja sebagai buruh di pabrik gula. Berangkat pada pagi hari dan pulang pada sore hari, sedangkan pada siang hari dia dipersilakan untuk istirahat.
Siang ini dia memutuskan pulang ke rumah terlebih dahulu. Bukan karena dia lapar, tetapi karena lelaki itu mulai muak dengan pekerjaannya. Sudah bertahun-tahun dia bekerja sebagai buruh, tetapi hasilnya sama saja. Hanya cukup untuk makan dan minum. Tidak ada perubahan dalam hidupnya. Bedanya, kini dia semakin kurus daripada sebelumnya—ketika dia masih tinggal bersama orangtuanya. Keputusannya untuk tidak membebani orangtua, ternyata berbuah penyesalan. Seandainya dia masih tinggal bersama mereka, mungkin kehidupannya tak sesulit sekarang.
Tiba-tiba ada sebuah delman yang berhenti di rumah bambunya. Dia mengubah posisi duduk yang semula bersandar menjadi condong ke depan karena penasaran. Seseorang turun dari delman itu, memberikan beberapa lembar uang, dan menyuruh agar sang kusir pergi meninggalkannya. Lelaki yang duduk itu menyipitkan matanya karena silau, berusaha melihat siapa gerangan yang menghampirinya.
“Kula nuwun Kang.” Lelaki yang turun dari delman itu menyapa tuan rumah.
Lelaki yang semula duduk itu beranjak berdiri, dan mencoba mengenali siapa yang datang ke rumahnya.
“Mboten kesupe kan kalih kula, Kang (tidak lupa kan sama saya, Kang)?” Setelah dua kalimat dilontarkan barulah orang yang diajak bicara mengenali tamunya.
“Wirya. Kamu Wirya, kan? Astaga! Kamu sangat berubah. Pantas saja hingga aku pangling sama kamu. Bagaimana kabarmu sekarang?” Tuan rumah yang tadinya kebingungan menjadi sangat terkejut melihat temannya datang. Tamunya, Wirya mengunjungi dirinya setelah terakhir kali berpamitan untuk bekerja di luar desa.
“Benar Kang, ini saya. Saya baik-baik saja. Bagaimana dengan keadaan Kakang di sini?” Wir…
Jumat Legi
Nyi Musta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments