Puing-puing bekas pembakaran rumah Sukesih masih tersisa hingga pagi hari. Abunya bertebaran ke mana-mana membawa berita duka. Setelah pembakaran itu, warga melakukan aktivitas seperti biasanya seolah tidak ada yang terjadi semalam. Walau beberapa di antara mereka—Bu Sri dan Kepala Desa — masih bergelut dengan kesedihan, kedua orang itu percaya, bukan Sukesih pelakunya. Bu Sri tahu benar bagaimana perilakunya sehari-hari. Jangankan membunuh, melangkah keluar rumah saja jarang-jarang. Tetapi entahlah, mereka hanya tahu luarnya. Mereka tak tahu bagaimana karakter Sukesih yang sesungguhnya.
Suara langkah kaki kuda terdengar lagi. Sebuah delman kembali berhenti di pasar Desa Sumbersoko . Darman kembali datang dengan tujuan yang tak jelas. Dia ingin melihat keadaan Desa Sumbersoko, tetapi juga merindukan Sukesih.
Sama seperti sebelumnya, Darman melewati pasar dan menuju ke pemukiman warga. Dia terus berjalan hingga berhenti pada sebuah tempat yang asing baginya. Dia pernah ke sini sebelumnya, tetapi tidak seperti ini keadannya. Kayu-kayu runtuh dan abu hitam mengelilingi sekitar. Bahkan asap yang keluar dari sana belum seutuhnya menghilang. Darman menganga, terkejut melihat rumah Sukesih di sana. Darman yang kebingungan segera bertanya kepada warga sekitar. Kebetulan ada beberapa warga yang berkumpul tak jauh di sana.
“Sugeng enjing, Pak (selamat pagi, Pak),” sapa Darman kepada bapak-bapak yang tengah mengopi.
“Enjing, Pak. Ada yang bisa kami bantu?” Sahut salah satu dari mereka seraya saling tatap. Mereka kedatangan orang asing di desa ini.
“Saya lihat ada bekas pembakaran rumah di sana. Memangnya apa yang telah terjadi, Pak?” tanya Darman sambil bergabung bersama mereka.
Bapak-bapak itu saling pandang lagi, beberapa saat kemudian ada yang berani menjawab dengan pertanyaan, “Bapak ini orang mana? Kami tak perlu memberitahu, jika bapak bukan warga di sini. Karena itu bukan urusan Bapak.”
“Saya ingin tahu apa yang terjadi karena pemilik rumah itu adalah saudara sa…
Jumat Legi
Sembunyi (2)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments