“Apa yang harus kita lakukan padanya?” tanya warga lelaki sambil menatap Darman yang memaki-maki. Dia sudah diikat dalam keadaan berdiri pada sebuah pohon.
“Tunggu sebentar!” Joko memecah kerumunan orang itu dan mencoba ingin menengahi kebingungan warga.
“Jika yang berada di karung itu adalah kepala anak-anak, lalu di mana kau sembunyikan tubuh mereka?” tanya Joko membuat warga saling bertatap. Benar juga pertanyaannya, kenapa mereka tak bertanya hal itu sejak tadi.
“Lepaskan aku! Aku tidak akan memberitahumu sebelum kau melepaskanku! Lepaskan! Persetan dengan kalian semua!” Teriakan Darman membuat Joko mengeluarkan belati. Dia menyayat lengan Darman dan membuatnya mengerang.
“Kau tidak mau mengaku?” tanya Joko kembali.
“Tidak akan!” Suaranya tertahan merasakan perih di lengannya.
Joko mengambil sesuatu di kantung kanan celananya. Dia membuka bubuk putih yang dibungkus daun pisang. Mengambilnya sejumput dan mengusapnya di luka yang baru saja dibuatnya.
“Kau tetap tidak mau mengaku?” tanya Joko sambil terus mengusap luka itu sambil mendorong tangannya masuk berusaha membuat lubang.
“AARRRGGHH!!” Darman menjerit sambil memejamkan matanya. Dia benar-benar tersiksa. Garam itu semakin membuat lukanya terasa perih.
“Baiklah ... siksa dia dengan cara ini. Beberapa orang ikut mengambil garam di pasar, sisanya di sini menjaga pembunuh itu dan siksa dengan alat seadanya. Beri dia pertanyaan menyangkut masalah ini.” Joko pergi diikuti beberapa orang lelaki. Mungkin mereka akan kembali sambil membawa garam lebih dari sekarung.
“Cukup! Aku mohon! Cukuuup!” Ujar Darman memelas saat dirinya sudah banyak tersayat.
Badannya sudah telanjang, hanya celana yang masih melekat di badannya. Wajah hingga kakinya penuh dengan luka. Warga sangat bersemangat untuk melukainya dan menaburi luka itu dengan garam. Air matanya sudah kering untuk menangis menahan rasa sakit ini. Ini mungkin hukuman yang tepat untuknya. Sudah jelas, Darman akan mati di tangan warga.
Pesugihan, tumbal anak-anak, Nyi…
Jumat Legi
Mati (2)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments