Sumbersoko 2008.
Rumah nenek saya berada di sebuah kampung kecil di ujung selatan Kabupaten Lahar. Butuh kiranya delapan kali Swipe agar muncul di google map. Di kampung kecil itu juga saya dilahirkan, sebelum kemudian dibawa ke Situbondo karena tuntutan profesi orang tua.
Agustus tahun dua ribu delapan. Kala itu saya memiliki tujuh hari masa libur. Ada festival tahunan pesantren yang harus menyita tempat dan sarana-pra sarana sekolah, hingga kegiatan belajar mengajar pun mustahil dilanjutkan. Saya tidak peduli. Sebagai siswa, saya berharap tujuh hari lagi. Merasa punya banyak waktu senggang, saya putuskan pergi menjenguk mbah yang ada di Lahar.
Hari pertama di kampung Bayang—nama saya samarkan, saya melihat banyak sekali perubahan di kampung itu. Terakhir kali berkunjung adalah pada tahun 2001. Kawan, tujuh tahun ternyata waktu yang lama, hingga bisa mengubah kampung kelahiran menjadi nyaris antah berantah.
Sungai yang mengalir tepat di samping rumah nenek. Ya, tepat di samping rumah nenek saya, saat itu sudah diperkokoh dengan tembok dan pijakan beton, karena mayoritas warga di Kampung Bayang mandi dan mencuci hampir semua pakaian dan makanan mereka di sungai. Jangan tanya bersih atau tidaknya. Saya sering melihat tetangga mencuci baju di utara, sementara ada yang buang hajat di selatan. Saya tidak perlu jelaskan apa yang sedang mengambang dengan sopan diantara jarak sedekat itu. Maaf untuk yang baca sambil makan.
Salah satu perubahan yang mencolok adalah rumah Nyai Sumyati. Rumah megah di seberang sungai itu sudah tidak terlihat lagi. Berganti ladang terong seluas rumah Nyai Sumyati dulu. Sebelum itu, setiap pulang kampung saya selalu bermain bersama cucu-cucu beliau; Pri dan Hafid. Tapi teman-teman saya itu tidak terlihat lagi. Kabarnya mereka sudah berkeluarga dan kerja di luar negeri.
"Mbah, rumah Nyai Sum mana ya? Kenapa berganti ladang terong?" Tanya saya pada mbah putri waktu itu.
"Sejak cucu-cucunya menikah, Nyai Sum sering sakit. Kemudian dia menjual tan…
Jumat Legi
Nyanyian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments
Adinda
kebayang mistisnya
2022-05-22
1
Sarita
ini cerita lain lagi ya ...serem sih
2021-08-15
1