"Setelah kecelakaan kemarin, saya selaku kepala desa Sumbersoko, menghimbau agar warga tidak melewati Geladak Macan saat malam hari. Dan, kalau tanpa sengaja melihat lampu merah di pinggir jalan, tolong pejamkan mata! Tapi jangan lupa dibuka lagi biar tidak menabrak."
1995.
Ada sebuah lampu merah terpasang di jembatan Geladak Macan. Bukan lampu lalu lintas, hanya satu dari barisan lampu tiang yang berbaris di pinggir jalan. Satu yang spesial. Tidak jelas apa tujuannya, tidak tahu juga siapa yang memasang. Yang warga tahu, lampu itu hanya menyala pada malam hari, dan satu-satunya yang berwarna merah.
Lampu merah mulai menarik perhatian warga setelah terjadinya sebuah kasus. Malam itu; Malam minggu. Malam yang jarang disebut dalam cerita-cerita bertema begini. Katanya romantis, katanya panjang, tapi malam minggu yang itu naas dan kejam.Sepasang muda-mudi pulang dari kencan pertama. Mabuk asmara, dan mabuk dalam arti yang sebenarnya. Guyonan, bermanjaan ria di atas motor astrea, tak peduli mulai masuk kawasan sepi dan—katanya—berbahaya.
Kiri-kanan dilihat saja, banyak pohon asam dan berjejer, bergantian dengan lampu tiang. Akhirnya, sepasang kekasih itu melewati jembatan bernama Geladak Macan, Lampu merah itu menyambut, menawan kemesraan.
Memang mereka mabuk, tapi padangannya jelas. Jernih dan sangat sadar. Mereka melihat seseorang berdiri di bawah lampu merah. Berselebung kain putih dari kaki sampai kepala. Bermandikan cahaya merah, menyamarkan wajah putih pucatnya. Matanya yang tak sejajar—lebih tingi sebelah kanan—memelototi dua insan yang dimabuk cinta, yang sekarang mulai ternganga. Kepala sosok itu bergerak dengan tersendat-sendat mengikuti laju motor, yang makin lama makin keluar jalur.
Malangnya nasib mereka. Dua sejoli menabrak pembatas jembatan. Gadisnya terpental ke dasar sungai. Masih hidup, tapi terbawa arus sungai, masih hidup lagi, tapi akhirnya menghantam batu besar, kemudian hilang. Sementara si pria lari tunggang-langgang berteriak 'Pocong.'
Kejadian…
Jumat Legi
Lampu Merah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments
Adinda
wow kebayang horornya
2022-05-22
1