"Kang! Kang!" Teriak sang istri ketika sampai di rumahnya.
"Ada apa? Teriak-teriak seperti orang habis dikejar-kejar setan," sahut sang suami yang keluar dari dalam kamar.
"Itu ... itu ...." Sang istri masih berusaha untuk mengatur napasnya yang terengah-engah.
“Aku baru mendengar tembang yang biasanya muncul di malam hari," lanjut sang istri.
"Jangan ngawur kamu, Dik! Biasanya tembang itu hanya muncul pada malam Jumat Legi. Sekarang ini hari apa? Tidak mungkin muncul." Sang suami tak percaya.
"Kamu kira aku ini budek? Aku benar-benar mendengarnya. Sukesih yang bernyanyi, Kang," ujar sang istri. Hal itu membuat sang suami seperti tersambar petir di siang bolong. Buka tanpa alasan, tak mungkin Sukesih yang jarang keluar rumah, bahkan tak mengerti apa yang terjadi di sekitarnya, adalah dalang di balik semua ini. Apakah istrinya sedang mengingau?
"Kamu jangan ngawur!" Sang suami masih belum percaya mendengar cerita istrinya.
"Sumpah, Kang! Aku tidak berbohong. Awalnya dia mengambilkan beras untukku, lalu aku mendengar ada suara tembang itu!"
"Berarti kalau benar Sukesih yang bernyanyi setiap malam, kita harus segera memberitahukan kepada warga yang lain!"
"Kenapa tidak ke Kepala Desa dulu?"
"Kau tahu sendiri bagaimana jika kita melaporkannya pada Kepala Desa? Pasti dia hanya berkata 'Tenang, tenang, kita tidak boleh menuduh orang sembarangan'. Bisa-bisa kita yang akan mati di sini. Setelah anak-anak habis, kemudian orang tua yang akan dia jadikan tumbal. Cepat! Kita harus segera melaporkannya pada warga, agar nanti sore kita bisa melakukan sesuatu.” Sang suami memandu sang istri agar pergi ke arah utara dan dirinya sendiri ke arah selatan.
***
Sukesih menutup pintu belakang rumahnya dengan cepat, setelah itu dia langsung berlari menuju kamarnya. Napasnya terengah-engah, keringatnya bercucuran. Dia pergi ke belakang untuk membuang hajat tapi, malah bertemu dengan setan cacat.
"Aku tak ikut campur dengan masalah mereka, tapi kenapa aku juga diteror?" guman Sukesih. Dia b…
Jumat Legi
Bakar (2)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments