Desa Sumbersoko adalah desa kecil yang tak memiliki kisah istimewa. Desa biasa yang mungkin dulunya berupa hutan lebat yang dibabat oleh seseorang kemudian dia mulai hidup di sini dan memiliki banyak keturunan—seperti cerita-cerita pada umumnya. Desa Sumbersoko terkenal dengan keamanannya, tidak ada ancaman yang mengintai desa ini. Masyarakatnya hidup aman dan damai, sebelum petaka muncul dan menghabisi mereka semua.
Senyuman yang dulu selalu terukir tiba-tiba hilang bersamaan dengan buruknya takdir. Tangisan berubah menjadi nyanyian dan teriakan histeris mengiringi. Seolah tidak ada yang mampu mengubah semuanya. Ketua desa yang disebut-sebut bisa menyembuhkan penyakit ternyata tak bisa turun tangan untuk meredakan rasa sakit yang berada di hati warga. Anak-anak yang dulunya berlari ke sana kemari karena tak ingin disuapi oleh ibunya tiba-tiba lenyap dan ditemukan tak bernyawa. Desa Sumbersoko benar-benar menyimpan rahasia yang sangat besar. Awalnya memberi kasih sayang dan kedamaian, lalu dalam sekejap merenggutnya melalui mimpi buruk.
Hari ini Desa Sumbersoko tak mendapatkan cahaya mentari. Awan pekat memayungi warga yang tinggal di sana, sepertinya akan turun hujan deras. Walaupun matahari tak bisa memberikan kehangatan, senyum warga bisa terlihat hari ini. Lengkungan bibir yang tak terlihat selama setahun lebih. Seolah ketentraman kembali seperti dulu, melupakan banyaknya tragedi di desa mereka.
Di tengah-tengah kebahagiaan mereka, ada rasa heran yang tiba-tiba muncul. Untuk sekian kalinya, mereka harus berkumpul di tempat yang sama setelah mendengar pengumuman dari salah satu warga. Tempat yang sangat mereka benci. Tempat untuk mengadu dan pulang tanpa solusi. Tempat yang ditinggali oleh ketua desa mereka: rumah Kepala Desa.
“Kenapa kita harus berkumpul di sini?”
“Kepala Desa selalu membuat kita kebingungan. Ada apa sebenarnya ini?”
“Sudah hampir hujan. Apakah tidak sebaiknya kita pulang saja?”
Warga bertanya-tanya apa tujuan mereka dikumpulkan, sedangkan pint…
Jumat Legi
Tamu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments