Warga mulai berpencar, mencari anak-anak dan membantu proses pemakaman Darman dan Sukesih. Warga perempuan diharap pergi ke rumah untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa. Hanya warga lelaki yang turun tangan menyelesaikan masalah ini.
Desa Sumbersoko terlihat sibuk pagi ini, banyak yang harus dibereskan. Masalah berbulan-bulan ini akan diselesaikan dalam sehari. Mungkin akan terasa melelahkan, tetapi ini demi kepentingan bersama. Hingga siang pun warga masih sibuk membawa sesuatu yang ditemukannya di hutan. Mayat anak-anak mereka yang tubuhnya telah terpisah.
Lima belas gundukan tanah lengkap dengan bunga dan penandanya telah bergabung di pojok tanah lapang Desa Sumbersoko. Tiga belas makam itu ditangisi oleh keluarganya, tetapi tidak ada yang menggubris makam Darman dan Sukesih. Warga memang tak ikhlas dengan semua yang telah dilakukannya. Jika bukan permintaan Kepala Desa, warga tidak akan menguburkan mereka berdua.
Kepala Desa mendekat ke makam Sukesih dan Darman yang dikuburkan berdampingan. Mungkin mereka berdua memang diciptakan untuk bersama. Sukesih tak mendapatkan cinta Darman saat masih hidup, tetapi mereka berdampingan untuk selamanya di Desa Sumbersoko.
“Sukesih, keinginanmu telah terpenuhi. Kau sangat mencintai Darman, bukan? Kau sudah mendapatkan Darman. Bahkan tidak akan ada yang bisa mengambilnya darimu sekarang. Hanya kau yang memiliki Darman untuk selamanya.” Kepala Desa berhenti sejenak untuk menelan salivanya. Dia bingung harus memulai darimana.
“Aku meminta maaf kepada kalian berdua. Apalagi padamu Sukesih, warga telah menyiksamu di sini. Dulu kau disambut secara hangat, tetapi kehangatan itu telah berubah menjadi api yang sangat panas. Kau tak bersalah, hanya saja warga terlalu gegabah. Aku benar-benar meminta maaf kepadamu. Untukmu Darman, aku harap kau tak marah padaku. Karena aku tak bisa mencegah amarah warga untuk menghabisimu. Kuharap kalian berdua baik-baik saja di sini. Untuk sekali lagi, aku meminta maaf pada kalian berdua.” Kepala…
Jumat Legi
Teror (7)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments