Sukesih terbangun dengan tubuh kotor dan banyak luka bakar. Kepalanya terasa sangat pusing hingga dia harus menyandarkan diri di puing-puinh rumahnya. Seluruh badannya pegal-pegal karena semalaman tidur di tanah. Dia tak bisa mengatakan apa pun, suaranya sudah habis karena berteriak kemarin.
Dia bingung harus melakukan apa, mungkin setelah ini dia akan meminta bantuan warga sekitar. Dia mulai menyeret dirinya, lewat belakang rumah dan mencari warga yang bisa membantu. Mungkin dia akan mencari bantuan ke Bu Sri terlebih dahulu.
“Kang, kenapa Kakang berhenti di sini? Cari tempat lain saja,” ujar wanita paruh baya yang sedang berbelanja di tukang sayur keliling.
“Mau ke mana lagi Mbak? Sudahlah di sini saja. Lagi pula kalau saya pindah, pelanggan juga tidak tentu ikut pindah juga,” jawab tukang sayur keliling tersebut.
“Ngeri Kang kalau di sini. Kakang tahukan ini bekas rumah Sukesih. Orang yang telah menculik anak-anak kita,” sahut ibu-ibu yang lain.
“Saya tahu, Bu. Tapi rumah ini sudah dibakar, maka kutukan apa pun yang dibawa juga ikut terbakar. Tidak akan berpengaruh pada jualan saya, Bu.”
“Duh, Kakang ini tidak takut apa. Tidak takut nanti kita kena imbasnya?”
“Sudahlah Bu, biar semuanya hangus beserta kejadian-kejadian buruk itu.” Tukang sayur keliling itu tetap tidak mau pergi. Padahal, warga di sana tidak mau melihat bekas pembakaran itu.
Sukesih yang mendengar pembicaraan itu langsung membelalakkan mata. Berarti warga memang mengharapkan dirinya terlalap api? Warga ingin Sukesih mati terbakar agar isu penculikan itu ikut menghilang. Apakah ini hasil dari kebodohannya sendiri? Bernyanyi setiap malam demi kesenangannya, tetapi berakhir dengan luka bakar. Dirinya sendiri bahkan tak tahu apa yang sedang terjadi. Beberapa saat yang lalu, dia bahagia karena dia akan menjadi penjahat dalam kisah ini. Namun, akhirnya dia ketakutan karena warga main hakim sendiri.
Dia melihat luka bakar yang kini menghiasi tubuhnya. Tak peduli dengan rasa perih karena tergesek dengan t…
Jumat Legi
Sembunyi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments