Burung hantu bernyanyi, menambah suasana seram di malam hari. Darman melepas alas kakinya di depan rumah. Wajahnya merah padam, sejak tadi siang dia marah-marah kepada pegawainya.
"Semuanya tidak becus!" teriak Darman sambil memukul meja di teras rumahnya. Bukan tanpa sebab, pegawainya telah lalai. Banyak bahan yang terbuang percuma. Akhirnya Darman tak bisa pulang sejak tadi siang. Setelah membeli nasi di warung dekat pabriknya, dia ingin melihat bagaimana pegawainya bekerja. Namun sayangnya, Darman tidak datang dengan tersenyum melainkan dengan emosi yang meluap. Seharusnya dia bisa tidur di rumah dengan nyaman, bukan membuang energi dengan percuma.
"Kembalikaaan ..." Darman terkejut mendengar suara itu. Dengan cepat dia menoleh ke sana kemari untuk memastikan tidak ada siapa-siapa.
"... tubuhku ...." Darman menampar pipinya sendiri. Berharap itu hanya halusinasinya saja. Bulu kuduk Darman berdiri, merinding sekujur tubuhnya. Suara itu berulang-ulang memenuhi gendang telinganya. Tiba-tiba muncul seseorang di tengah kegelapan. Perlahan mendekat agar mendapat cahaya dari rumah Darman yang paling terang. Jantungnya memompa lebih cepat, bersamaan dengan seseorang itu mendekat. Seseorang itu tak perlu terlalu dekat dengan Darman. Cukup cahaya mulai menerangi tubuhnya, sudah jelas seseorang itu siapa. Bukan tanpa kepala, hanya saja kepalanya dijinjing oleh tangannya sendiri.
"Pergi! Pergi! Pergi kau setan!" Dengan tergopoh-gopoh Darman pergi dari tempat duduknya dan masuk rumah. Dia mengunci rapat pintunya. Napasnya masih memburu, dia belum pindah dari depan pintu. Darman mengintip dari celah pintunya. Sepi. Tidak ada siapa-siapa di sana. Hal itu membuat Darman merasa lega.
"Aaarrgh!" Namun sayangnya, ada yang menunggu di belakang tubuh Darman. Sama, dia makhluk yang sama dengan yang di luar tadi. Darman berteriak tidak karuan. Darah dari leher bocah itu terus menetes tanpa henti. Makhluk itu mendekat, membuat Darman semakin heboh menendang-nendang.
"Pergi! Pergi!" Teri…
Jumat Legi
Teror (4)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments