Hari yang sama. Saya terpaksa lewat jalur alternatif, demi menghindari lewat Kuburan Cina. Atau lebih tepatnya, menghindar dari rumah itu. Saya tidak sendirian, Erik mengikuti dari belakang. Dia teman yang setia, selagi tidak ada masalah. Berani bertaruh, kalau sampai dia melihat si bapak demit itu lagi, dia pasti putar balik ke barat, meskipun rumahnya di timur.
Sedikit lagi saya sampai di Asembagus. Setelah kejadian di tempat parkir tadi, saat Erik mengaku melihat si Bapak Demit sedang duduk di motor saya, saya bertekad untuk mengantarkan setan darat ini ke tempat yang dia mau. Tapi, tidak semudah itu. Saya memberi aba-aba untuk menepi. Kami berhenti di depan kios bensin.
"Kenapa, Dan?”
"Saya bingung. Bapak itu minta diantar ke Asembagus, tapi daerah mana? Asembagus kan luas.”
"Tanyakan saja sama Bapaknya!”
“Gila, kamu!”
“Lah, dia kan penumpang Kamu, Dan. Tanggung jawab, lah! Kamu mau dikasih review bintang satu?”12
“Tapi ini ide Kamu, kan? Sejak awal saya sudah enggak setuju. Saya jadi ngerasa seperti orang gila, tahu!”
Erik berpikir sejenak, lalu menjentikkan jari.
“Kita bawa saja ke Kuburan Pribumi!” Usulnya, mantap.
Saya setuju saja, karena memang tidak punya pilihan lain. Saya melanjutkan perjalanan sambil termenung. Dari Kuburan Cina ke Kuburan Pribumi … Gila! Kuburan saja bisa rasis begitu?13
Tapi sungguh, dua kuburan itu memang benar adanya, memang begitu sebutannya. Terlepas dari apapun sebutan warga, isinya tetaplah jasad manusia. Pada akhirnya, mereka terurai di tanah air Indonesia. Ah, pesan moral ini.
Akhirnya, kami sampai di Kuburan Pribumi. Tempat pemakaman umum yang tak kalah luas dengan Kuburan Cina. Bedanya, lokasi Kuburan Pribumi masih berdekatan dengan pemukiman warga, jadi saya tidak terlalu was-was. Kecuali … sekarang Erik mulai mengoceh.
“Dan, Kamu ingat cerita tentang nenek-nenek bermata merah yang sering duduk di atas pohon cempaka, di kuburan ini?”
“Diam, Kampret! Di Kuburan Cina tadi, kamu bilang hantunya pengantin, kenapa giliran kubura…
Jumat Legi
Kuburan (2)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 38 Episodes
Comments
Adinda
waduh... serem tapi kocak juga. keren
2022-05-22
1
mey
Semangat, untuk membuat karyanya!!
MIAW 😺 Membawa 5 like untuk Author. Jangan lupa untuk feedback ke cerita ku ya judulnya "Attachment"di tunggu ya kedatangannya ❤️😺 di karya MIAW 😺
MARI SALING DUKUNG 🥰😉🤗
2021-02-14
1