Teror (5)

Dari kejauhan terlihat sosok laki-laki yang tengah membawa obor. Dia bersama seorang perempuan yang kerepotan membawa barang. Di tangan kanan, si perempuan menenteng tas berisi oleh-oleh, sedangkan di tangan kiri membawa beberapa pakaian. Perempuan itu terus mengomel tanpa henti. Dia terus menyalahkan suaminya yang kini berjalan di depan. Seolah tak mendengar ocehan istrinya, dia tetap berjalan terus menuju rumahnya.

“Kemarin kau bilang akan menginap dua hari di rumah adikmu, tapi sekarang kau memilih untuk pulang. Kau kira apa aku ini tidak lelah membawa barang-barang seperti ini? Kalau baju-baju ini bukan milikmu pasti sudah kubuang sejak tadi,” ujar istrinya sambil berusaha berjalan beriringan dengan sang suami.

“Siapa yang menyuruhmu membawa baju? Aku tak ingin membuatmu kerepotan,” bantah sang suami.

“Oh, jadi sekarang kau menyalahkanku? Setidaknya bantu aku membawa barang-barang ini. Kau hanya membawa sebatang obor saja sudah merasa menjadi orang yang paling sibuk.”

Hening, tidak ada jawaban. Sang suami tak menggubris ucapan istrinya. Dia hanya menoleh sekilas lalu kembali menatap jalanan. Jalanan sudah sepi, tak tampak satu pun orang berlalu lalang. Mereka berdua baru pulang dari acara pernikahan adik sang lelaki. Seharusnya, sang kakakmenginap di rumah adik perempuannya untuk membantu acara-acara yang berlangsung. Namun, lelaki ini memilih untuk melarikan diri. Dia tak mau ikut campur dengan acara sang adik.

Tadi siang dia hanya datang, duduk, dan memakan apa yang diberikan. Dia tak berniat untuk membantu, bahkan sekarang dia memilih untuk pulang. Perjalanan mereka masih jauh, mereka baru saja keluar dari hutan yang menjadi pembatas antar desa. Meski keadaan tak sepenuhnya gulita, tetapi mereka tidak pernah tahu apa yang bersembunyi di kegelapan.

“Kenapa kamu memaksa untuk pulang? Udara semakin dingin dan sekarang sudah gelap. Seharusnya kita bisa tidur nyenyak di rumah adikmu,” ujar sang istri membuka pembicaraan kembali. Dia berhenti sejenak dan mulai meng…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!