Waktu sudah sore, Adam bersama dua rekannya segera kembali ke hotel yang sudah mereka boking sebelumnya.
"Sebenarnya ini detektif pada ngerti psikologi forensik nggak sih," keluh Adam di dalam mobil. Bukannya menghina tapi ilmu ini juga penting.
"Gerak-gerik mereka lumayan lambat, sedangkan kita bisa menuntaskan dalam beberapa hari saja."
"Mereka bisa ber minggu-minggu," lanjut Profesor Pasha.
"Tunggu-" potong Arsenio ketika melihat Hadwan sedang berdiri di pinggiran jalan. Mobil mereka menghampiri Hadwan yang sedang sendirian.
"Mr. Hadwan!" panggil Adam membuka kaca mobil.
"Saya harus pulang, tapi sangat sulit taksi di sini." Akhirnya Adam memberikan tumpangan pada Hadwan. Sepanjang perjalanan Hadwan banyak bercerita tentang investigasinya.
Melanjutkan perjalanan pulang.
"Kita sebenarnya bukan agen kriminal spesial," ucap Hadwan membuat Adam terhenyak.
"Maksudnya bagaimana?" Profesor menyipitkan mata, pertanda curiga.
"Kami dibayar besar dan kami akan mendapatkan perlindungan dari negara secara khusus."
"Tidak mudah untuk masuk dan tidak mudah untuk keluar," jelas Hadwan membuat Adam semakin penasaran dengan Tim Elang.
Tidak ada umpan balik dari Adam maupun dua detektif yang duduk di belakang. Semua masih binggung dengan instansi ini. Anehnya mereka mendapatkan perlindungan secara khusus. Mungkin mereka detektif swasta.
Akhirnya Adam mengantar Hadwan sampai ke rusunnya yang serba mewah.
"Pak, saya kok jadi takut. Kita hanya bertiga, kalau satu kantor saya berani," protes Profesor Pasha yang takut tidak akan pulang ke negaranya.
"Kita tidak bisa pulang sebelum bisa menunjukkan perjuangan."
"Walaupun ini hanya kunjungan kerja," sahut Adam untuk mengembalikkan semangat dua detektif muda yang duduk di sampingnya.
"Kita buat sejarah!" ucap Adam dengan mantap, penuh percaya diri.
"Serius, pak. Ini bukan bercanda kan." Profesor Pasha seperti sudah ingin menyerah. Akhirnya mereka bertiga berkumpul di teras kamar. Menikmati malam dan dinginnya angin. Menyeduh kopi untuk men…
ANDROMEDA
Susunan Rencana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments