Dia tersenyum sinis. Di sudut bibirnya terdapat luka akibat terkena lemparan keranjanng buah tadi.
"Tatap mata saya!" tekan Adam menatap lebih dahulu. Menjejer foto dengan luka tusukan yang sama. "Kau identik menusuk di bagian punggung sebelah kanan. Sebelum adanya kejadian di pasar Banseo. Kau sempat mengikutiku!"
"Kamu juga mengincar saya!" dengus Adam tanpa mengedipkan mata.
"Hah! kau masih ingat denganku!" balas Alden Lyron. Wajah mereka saling berdekatan, mata saling menatap tajam, dan tangan menyangga tubuh mereka di atas meja.
"Tentu!" jawab Adam cepat dan penuh keyakinan. "Kau sangat gelisah saat di masyarakat, selalu merasa kecil hati. Kau juga selalu diperlakukan keji terhadap Sang Ayah. Satu lagi."
Ada sebuah tragedi, hampir saja Alden membunuh adiknya karena kecemburuan. Tepat di usia 8 tahun, hal itu yang membuat ayahnya selalu marah dan membenci Alden. Pada saat pukul 12 siang tadi, kami menemukan jasadnya di belakang rumah. Kronologisnya belum diketahui. Setelah membicarakan kematian Sang Ayah, dia tampak biasa saja.
"Pada pukul berapa kau tiba di rumah orangtuamu?" tanya Adam.
"Aku tidak ke sana sama sekali," jawab Alden menyatukan kedua telapak tangan. Kemudian menundukkan kepala sebentar.
"Ke mana saja saat di hari Minggu pagi sampai pukul 10 siang?" tanya Adam lagi, harus bisa mengelola pertanyaan. Sehingga bisa menjebaknya untuk menjawab tanpa sadar.
"Sudah aku katakan, aku tidak berpergian sama sekali!" erang Alden semakin kesal dengan pertanyaan yang dilemparkan Adam.
"Kau sempat mengunjungi seseorang di jembatan Dunsan, kau membeli belati dengan logo produk dari Jerman?" kata Adam saat berjalan kaki tadi sempat melihatnya. Berdiri di sebelah patung kebanggan Kota Dunsan. Dan dugaan Adam itu benar. Alden mengangguk mengiyakan. Tetapi dia berkata itu untuk temannya.
"Teman?" kata Adam mengulangi jawaban Alden.
"Mungkin dia akan mengalami gangguan yang sama dengan saya," jawab Alden mencoba meyakinkan Adam. Jawaban tersebut cukup untuk Adam. Seka…
ANDROMEDA
Leher Dan Perut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments