Baju yang dikenakan milik Antares. Kami hanya memandangi jasat yang tengkurap. Ia dibunuh sangat tragis. Di penggal kepalanya. Jarak antara leher dan kepala terpisah tidak jauh. Adam datang langsung berdiri di pinggiran jembatan. Melihat dari atas. Menatap dengan kebingunggan. Memegangi kepalanya, napasnya menjadi tak beraturan. Berlari menuruni anak tangga. Menutup mulutnya dan air mata menetes perlahan, tidak percaya ini terjadi.
"Ketua!" teriak Gavin dari ujung. Tertutup alang-alang yang tinggi. Adam tidak menghiraukan panggilan Gavin. Memberanikan diri untuk membalikkan tubuh Antares.
Gavin membawa sebuah koper kosong. Air mata mulai mengering. Ketika dibuka, potongan jari tangan sejumlah 8. Yang tidak ada dua jari jempol.
"Saya yakin ini tidak terjadi di siang hari," tambah Gavin, setelah melihat adanya potongan jari.
"Kamu benar, pegawai hotel mengatakan pergi pukul 10 dengan koper-kopernya. Sempat bertemu dengan Edwin. Tidak mungkin juga ini kelakuan Edwin," jelas Adam penuh ketelitian.
"Apakah Antares memiliki seorang kembaran?" lanjut Adam, Profesor Pasha membuka laptopnya. Mencari apa yang diperintahkan oleh Adam.
"Semua nihil bersih," jawab Profesor Pasha menyilangkan tangan mengarah kepada Adam.
"Bukan kembaran," jawab Adam mengulangi ucapan Profesor Pasha.
Adam mencoba mencari tahu, siapa dia? Tidak yakin sepenuhnya Antares terbunuh. Tiba-tiba seseorang laki-laki bertubuh pendek mengenakan kaos berwarna hitam. Menneriakkan nama bapak. Gavin dan Detektif Aksa menahan bocah laki-laki itu. Tidak boleh mendekati kami saat penyelidikan.
Adam berjalan mendekat, "Lepaskan."
Adam merangkul bocah itu, membawanya menjauh, mencoba menenangkan pikiran dan perasaan hatinya.
"Tenang dulu, tenang," ucap Adam menahan pundak bocah laki-laki. Dia rasanya ingin berlari menuju ke jasat bapaknya terus.
"Siapa namamu?" lanjut Adam bertanya.
"Yopie," jawabnya singkat. Langkah kaki bergemetar, ingin mendekati mayat bapaknya.
"Jika itu bapakmu, siapa namanya?" tanya Adam lagi.…
ANDROMEDA
Nomor 25
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments