Langkahnya semakin dekat.
"Ssstt..." Adam mengandeng tangan Profesor Pasha berlari menuju kegelapan. Lari secepat mungkin, menghilangkan jejak. Merasa cukup jauh dari jangkauan orang tadi.
"Prof," panggil Adam pelan. Mata masih memandang kegelapan. Berbalik badan di belakangnya sudah tidak ada Profesor Pasha. Setelah melihat bayangan remang-remang bersandar pada sebuah tiang lampu yang mati. Berjalan cepat menghampiri.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Adam meraba-raba kedua pergelangan lengannya.
"Tidak," balas Profesor Pasha mengelap keringat yang hampir saja menetes ke pipi.
Hanya cahaya bulan yang memisahkan bayangan. Hanya angin yang membawa suara-suara langkah kaki dengan jelas. Sunyinya malam membuat suasana tambah mencengkam. Aura-aura mistis bertebaran. Bulu di tengkuk seketika berdiri.
"Ada senter?" tanya Adam kebetulan sekali dia tidak membawa senter dan ponsel. Profesor Pasha mengeluarkan ponselnya. Akan meyalakan senter.
"Eh, eh... Arkhhh!" seru Profesor Pasha ketika ponselnya baru saja mati.
Satu harapan musnah. Terpaksa berjalan kembali di bawah terangnya rembulan malam. Angin malam yang begitu dingin menusuk kulit.
"Kamu tidak penasaran dengan orang tadi?" tanya Adam pandang sana-sini, takut ada yang mendengar.
"Menurut saya, pak. Dia Profesor Edwin," balas Profesor Pasha menutup mulutnya. Mengelap keringat di dahinya dengan telapak tangan.
"Tapi nggak mungkin, dia di Hong Kong. Tapi kalau menginggat kejadian waktu itu. Pasti ada hubungan lagi." Adam berjalan kembali ke mobil. Mengambil ponsel, menghubungi Gavin. Untuk mencari keberadaan Profesor Edwin dan juga Antares.
"Aku dengar, Prof Edwin tinggal di hotel Zeus." Mata menatap jalanan kebingunggan. "Coba kamu cari keberadaannya!"
Gavin malam ini juga pergi ke hotel Zeus. Kemudian akan bertemu dengan Adam di persimpangan jalan Ocean. Tidak lama kemudian Gavin memberikan jawaban kepada Adam.
"Tidak ada, sudah pergi sejak pukul 10 malam tadi. Dengan koper-kopernya." Kemungkinan dugaan Adam banar. Mata mema…
ANDROMEDA
Jasad Di Jembatan Samsu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments