Sebelum darah membasahi jas hitamnya, Adam kembali ke kantor hanya mengenakan kemeja putih. Detektif Cyra dan tim medis segera menghampiri Adam dengan cepat.
"Interogasi segera dimulai, pak," ucap Profesor Pasha dari depan pintu.
"Ya," jawab Adam sambil meringkik kesakitan.
Detektif Cyra mengambilkan kaos dan jas di mobil Adam.
"Kamu bisa gantikan Gavin untuk interogasi tidak?" tanya Adam kepada Detektif Cyra yang sedang saling tatap.
"Bisa, pak," jawab Detektif Cyra dengan mantap.
Adam juga mengerti kondisi Gavin. Dia sangat merasakan kesakitan di bagian punggung. Sempat tidak bisa berjalan tegak. Adam juga mengizinkan Gavin untuk pulang lebih dahulu.
Tahu-tahu Adam juga digantikan oleh Profesor Pasha untuk menginterogasi. Adam hanya akan memperhatikan di luar ruangan.
"Selamat sore," sapa Detektif Cyra melemparkan senyum. Tomo hanya menjawab dengan anggukan.
"Tolong lepaskan ini," pinta Tomo lirih sambil mengerak-gerakkan tangannya.
"Saya tidak bisa," jawab Detektif Cyra mulai mengelar beberapa bukti.
"Helai rambut ini menunjukkan bahwa anda benar-benar mengkonsumsi narkoba, rambut ini mampu bertahan selama 90 hari untuk memberikan bukti."
Detektif Cyra juga menunjukkan 5 pelanggan terakhirnya. Ditambah dengan foto sang pacar.
"Apa yang kamu lakukan selama ini dengannya." Detektif Cyra menunjuk foto pacarnya Tomo.
"Tahu apa kamu tentang dia," balas Tomo sedikit ngegas.
"Kamu sering melakukan kekerasan terhadap dirinya, sehingga merasa ketakutan dan trauma," jelas Detektif Cyra memandang mata Tomo berlama-lama.
"Dia pantas mendapatkan itu semua," jawab Tomo dengan enjoynya.
Ada beberapa bukti yang menguatkan tuduhan kami. Tersangka tidak bisa mengelak bukti-bukti kami.
Tiba-tiba saja Adam mendapat semprot dari Detektif Janu.
"Saya minta kasus Detektif Aidan Abraham dibuka kembali, diselidiki kembali!" tegas Detektif Janu lewat telepon.
"Kasus ini sudah clear, Dirut Antares dibebaskan," balas Adam mencoba tenang.
"Berarti kalau begitu, kalian juga menutupi sesuatu,"…
ANDROMEDA
Imajinasi Bocah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments