"Kita lewati saja, pertanyaan tadi," lanjut Adam benar-benar merasakan geram. Terbukti menjadi tersangka pembunuhan Dr. Hendrik Nicolas. Menyuntikan beberapa cairan untuk suntik mati. Tepat di pungung.
"Masih ingat dengan pasangan ini," tunjuk Adam kepada Profesor Leon.
"Siapa dia?" tanya Profesor Leon memincingkan wajah.
"Menembak perempuan ini dua kali, kepala lalu perut." Adam menjelaskan dengan tangan mempraktikan.
"Penyidik tidak menemukan bukti bahwa saya salah," sanggah Profesor Leon dengan entengnya. Adam mengeluarkan korek api, hasil tes DNA, dan bukti sidik jari. Tidak lupa dengan gunting yang terkena percikan darah.
"Hahaha, omong kosong apa yang kamu bicarakan!" Menatap mata Adam setajam silet. Tanpa rasa takut membalasnya.
"Ketua, dengar suara saya."
"Ketua!" panggil Profesor Pasha ingin mengendalikan emosi Adam. Direktur Kiyo menyahut mikropon di tangan Profesor Pasha.
"Adam, dengarkan saya!" gretak Direktur Kiyo suaranya lantang. Seperti akan membelah langit. Merasakan ketegangan karena Adam tidak merespon ucapan Profesor Pasha dan Direktur Kiyo. Hampir disetiap interogasi Adam susah dikendalikan.
"Perempuan ini, sekarang membencimu," lanjut Adam mengeluarkan foto Aileen. Langsung menerima respon, mengebrak meja dengan keras.
"Kamu juga tidak dianggap oleh Direktur, operasimu hampir selalu gagal. Sangat berkeinginan untuk membunuh." Semua yang didapat Adam keluarkan di sini. Untuk memojokkan supaya mengaku. Walaupun semua sudah jelas bahwa dia pelakunya.
"Benar?" tanya Adam diakhir penjelasan. Profesor Leon mengelengkan kepala beberapa kali.
"Kenyataannya, siapa yang bertahan lebih lama," tolak Profesor Leon mengenai ungkapan Adam.
"Bertahan? Semakin baik atau semakin buruk?" tanya Adam lagi. Menunjukkan hasil tes DNA. Disusul dengan sebuah peluru pistol.
"Sudah jelas ada larangan membuang sampah sembarangan. Kami menemukan sebuah korek yang terkubur."
"Kelihatannya sudah lama sekali." Adam memperhatikan Profesor Leon menundukkan kepala dalam-dalam. S…
ANDROMEDA
Diamond Network
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments