Matanya berkilat tajam. Pandangan fokus tertuju kepada Steven Rans. Melangkah pelan-pelan untuk menyahut pisau yang berada di tangannya.
"Kau hampir saja membunuh rekanku," ucap Adam berjalan mengitarinya.
"Dia layak untuk menerimanya, kau juga layak," balas Steven Rans berdiri tenang di hadapan Adam. Berjalan kemudian duduk di atas besi besar sambil memegangi pisau. Adam yakin di dalam saku bajunya, tidak hanya pisau tapi juga sebuah pistol.
"Letakkan!" seru Adam dengan suara yang lantang.
Dengan entengnya Steven melempar pisau ke sampingnya. Begitu juga dengan Adam yang melemparkan pistolnya jauh-jauh ke belakang. Merapat tim keamanan. Adam meminta untuk semua menurunkan senjatanya. Ia berjalan mendekati Steven sambil membawa borgol. Tujuh langkah lagi Adam meraih pergelangan tangannya. Namun, langkahnya terhenti ketika Steven mengarahkan pistol ke arah Adam.
"Siapa yang akan menang?" ucap Steven sangat sinis memandangi Adam.
Adam pun terperanjat sambil mengangkat tangannya. Terbeku dalam diam. Tetapi tim keamanan siap siaga. Tiba-tiba Gavin datang dari arah belakang Steven. Sempat menatap mata Adam. Tetap tenang tanpa bergerak, apalagi mengubah langkah.
Plak...
Gavin menarik ke belakang tangan Steven dengan kuat dan cepat.
"Arrkkhh," erang Steven sudah tidak bisa melepaskan tangannya. Adam berjalan sempat menatap tajam mata Steven. Kemudian terpasang borgol di tangannya. Kata-kata tidak layak didengarkan keluar semua dari mulutnya. Tujuan berbicara kotor hanya untuk Adam. Dengan santainya, Adam pun tersenyum ramah.
Segera bergegas bertemu dengan Profesor Pasha. Meringkik kesakitan di dalam mobil tim medis.
"Kau tak apa-apa?" tanya Adam panik dengan kondisi lutut Profesor Pasha.
Melirik ke langit-langit karena menahan rasa sakit. Mungkin bagi Profesor Pasha ini yang pertama kali. Steven menancapkan pisau di lututnya. Air mata mengalir deras membasahi pipi kanan dan kirinya. Entah apa yang Adam rasakan, sehingga dirinya pergi meninggalkan Profesor Pasha. Tetapi den…
ANDROMEDA
Presdir Inggris
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments