"Tapi, pak," tolak Ibu Syam.
"Kami ada surat perintah pengeledahan." Adam mengambil dari balik jas. "Ibu bisa baca sendiri."
Setelah membaca surat perintah kami, barulah Ibu Syam memberikan kuncinya. Adam dan Gavin saling tatap, beranjak bersama. Adam menatap ruang kamar yang luas. Sebuah almari setinggi perut, tujuan utama untuk dibuka.
Krek...
Bunyi suara almari terbuka. Berwarna cokelat kusam. Terlihat sangat rapuh. Dari bawah sudah di makan rayap. Di dalamnya ada sebuah laptop. Sebelahnya lagi setumpuk koran harian. Ibu Syam menemani penyelidikan Adam. Di almari atasnya, terdapat sebuah belati kecil berwarna keabu-abuan. Sangat runcing dan tajam.
"Belati buatan siapa ini?" tanya Adam meletakkan belati pada telapak tangan.
"Itu milik suami saya, yang saya berikan kepada Edwin. Selama tinggal di sini, dia sangat membantu ibu, pak," sahut Ibu Syam meredupkan pandangan, tenggelam dalam kesedihan. Sangat terlihat dari raut wajahnya, sedang mencoba mengingat masa indah bersama Sang Suami.
"Ibu bilang dia banyak membantu, membantu apa?" serobot Adam sambil berdiri dari berlutut. "Ibu tahu dia seorang buronan?"
"Banyak sekali membantu, mana ada anak baik seperti Edwin seorang buronan," tolak Ibu Syam dengan tangan berkeringat dingin.
"Ya terserah jika tidak percaya." Adam akan mengalihkan pembicaraan. "Sejak kapan dia tinggal di sini?" tanya Adam lagi.
"Sudah lama, sekitar 4 bulan yang lalu," balas Ibu Syam membuat Gavin sangat kesal.
"Kenapa baru sekarang! Selama ini kita dibohongi!" marah Gavin memukul tembok.
"Terima kasih atas kerja samanya," pamit Adam segera pergi dari rumah Ibu Syam.
"Pak, mau ke mana," teriak Ibu Syam. "Kamu belum menjelaskan masalah yang dia hadapai."
Adam sudah tidak memperdulikan teriakan Ibu Syam, begitu juga dengan Gavin. "Jangan keluar dulu," teriak Detektif Cyra meminta tim Andromeda kembali ke ruang informasi. "Sekalian saya akan menyampaikan sebuah berita." Semua kembali duduk seperti semula. Adam yang dari tadi tidak membuka ponsel. Be…
ANDROMEDA
Gelisah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments