"Mereka juga akan merencanakan bisnis yang sama di tempat yang berbeda."
"Seperti bisnis gabungan." Setiap kali Profesor Aara mengucek mata, demi menahan rasa ngantuk. Dia pulang naik taksi. Biasanya menunggu di halte depan gang. Datang sorot mobil mengenai bola matanya yang indah dan sempurna. Berhenti di depannya persis. Dia Ezekial.
"Mari aku antar pulang." Turun dari mobil jeep wrangler kesayangannya.
"Jangan-jangan, dia mengikuti dari tadi?" batin Profesor Aara penuh rasa curiga terhadap Ezekial. Memikirkan sampai bengong.
"Hai." Ezekial melambaikan tangan di depan matanya persis.
"Eeeh, maaf." Mengumpatkan tangan di belakang. Sempat menolak tiga kali, karena Ezekial masih menunggu. Dengan terpaksa Aara ikut dengannya. Sempat mengirimkan pesan kepada Adam secara diam-diam.
Ezekial menatap bak kilat.
"Kamu bekerja di sekitar sini?" Profesor Aara terhenyak dan sedikit gagap dalam menjawab.
"Ee-"
"Itu-"
"Dari rumah teman." Menunjuk ke belakang sebagai bumbu alasan.
Tetapi, dalam benak Ezekial. Dirinya pernah melihat Aara keluar dari markas Andromeda. Semakin ke sini mereka berdua saling penasaran. Profesor Aara sengaja merekam pembicaraannya, sebagai bukti nanti.
"Kamu terlihat gugup, ada masalah?" tanya Ezekial terlihat santai saat mengemudi. Adam mengalihkan pandangan ke layar ponsel.
"Aku akan turun di lampu merah." Profesor Aara mengalihkan pembicaraan.
"Aku antar sampai halaman rumahmu," tolak Ezekial tidak membiarkan Profesor Aara begitu saja. Adam juga menyuruh Profesor Pasha untuk menyusul keberadaan Aara. Adam mendengarkan percakapan mereka bersama anak buahnya. Meletakkan tangan di dagu, mata menatap ke atas.
"Jalannya tidak cukup untuk lewat mobil." Memang, sungguh jalan ini tidak bisa buat lewat mobil. Harus berputar-putar terlebih dahulu untuk sampai di halaman rumah Profesor Aara.
Turun, mengucapkan terimakasih kepada Ezekial. Berlari bersembunyi di sebuah dinding tinggi untuk memastikan bahwa Ezekial sudah pergi. Tiba-tiba seseorang memukul bahunya…
ANDROMEDA
Nama Samaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments