"Bisa saja pembunuh yang asli meletakkan barang-barang tadi setelah membunuhnya," ungkap Adam. "Alasan apa yang membuatnya bunuh diri?" tanya Adam mengenai asumsinya sendiri.
Mencekik leher mengunakan senar, oh itu sangat sakit. Satu cekikkan saja bisa menimbulkan kematian. Mengapa harus menusuk perutnya tiga kali. Argumen kami menunjukkan adanya pelaku lagi. Dan ini bukan bunuh diri. Untuk bunuh diri mengapa harus menusuk tiga kali, kalau satu kali sudah merasakan kesakitan kemudian berujung kematian. Untuk apa juga mencekik lehernya.
"Coba kamu lihat di atas meja perapian." Serentak memandang penuh keterangan.
"Jelas, ini bukan bunuh diri. Pasti ada perlawanan." Adam mengangkat pecahan kaca dari vas bunga. Ada satu kursi, tidak sejajar dengan barisan. Adanya perlawanan, mendorong untuk ke kursi ini. Karena tidak nyaman untuk membunuh, ganti di sebelahnya. Adam menepuk lengan kursi pelan.
Mungkin akan bertanya mengenai siapa yang menulis angka di halaman koran dan siapa yang mencurinya? Jika ini masih terjadi lagi. Tandanya, masih ada pelaku yang berkeliaran. Jika asumsi Adam salah, mengenai pembunuhan Sang Kakek yang bernasib malang. Bukti menunjukkan ia bersalah. Kejahatan apapun semua bisa terjadi. Tidak ada yang bisa menentukan, kecuali diri sendiri.
"Malam nanti, kita berpatroli di sekitar sini," perintah Adam berlutut memperhatikan luka tusukan. Memalingkan wajah untuk menaikkan kaos yang dikenakan Kakek.
"Lukanya terlalu dalam." Meneguk saliva, ketakutan muncul menghiasi wajah Gavin. Kenapa bukan Adam yang ketakutan, karena ia sudah terbiasa dengan berbagai luka dan eskpresi wajah pada seorang mayat. Gavin masih terbayang-bayang luka pada Arsenio. Setelah penyelidikan Adam bersama Gavin menjenguk Arsenio.
"Masih ingat wajah atau pawakan yang menusuk perutmu?" tanya Adam duduk di sebelah Arsenio.
"Nggak, aku nggak bisa mengingngatnya," jawab Arsenio penuh keraguan.
"Jangan bohong," balas Adam menaikkan kepala.
"Hanya bocah itu, mengenai yang menusuk aku tid…
ANDROMEDA
Angka-Angka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments